Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rusia dan OPEC Diyakini Tak Akan Turunkan Pasokan Minyak

Analis Pasar Saham Hans Kwee memprediksi Rusia dan Anggota OPEC tidak akan menurunkan pasokan minyak mentahnya. Mereka akan bersikukuh dengan sikapnya walaupun sudah dihubungi Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 04 April 2020  |  13:38 WIB
Ilustrasi-Soket pompa yang pernah digunakan untuk membantu mengangkat minyak mentah dari sumur Eagle Ford Shale, Dewitt County, Texas, Amerika Serikat. - Reuters
Ilustrasi-Soket pompa yang pernah digunakan untuk membantu mengangkat minyak mentah dari sumur Eagle Ford Shale, Dewitt County, Texas, Amerika Serikat. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Analis Pasar Saham Hans Kwee memprediksi Rusia dan Anggota OPEC tidak akan menurunkan pasokan minyak mentahnya. Mereka akan bersikukuh dengan sikapnya walaupun sudah dihubungi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. 

Pekan lalu Trump mengaku telah berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Putra Mahkota Saudi Mohammad Bin Salman untuk mengurangi produksi minyak mentah. Dia memperkirakan kedua negara akan mengurangi produksi hingga 10 juta barel. 

Kabar ini membuat pasar keuangan dunia sempat positif. Harga minyak mentah jenis Brent, patokan pasar Asia dan Eropa, naik 21 persen dan harga minyak berjangka West Texas Intermediate (WTI), patokan Amerika, juga naik 25 persen. 

Tahun ini minyak sudah turun lebih dari 58 persen. Akibatnya pelaku pasar menjual aset keuangan lain untuk menutup kerugian kontrak minyak mentah. Penurunan ini juga memukul industri shale oil AS yang mendorong ekonomi dan menyerap banyak tenaga kerja di sana. 

"Saya tidak percaya Rusia dan Anggota OPEC akan segera menurunkan pasokan minyak mentah mereka karena Arab baru saja menaikkan produksinya. Selain itu tanpa partisipasi AS dalam menurunkan produksi shale oil sulit menemukan penurunan produksi dalam waktu dekat," kata Hans melalui pesan singkat yang diterima Bisnis, Sabtu (4/4/2020).

Minyak cenderung tertekan karena penurunan permintaan pascalockdown yang diterapkan sejumlah negara dalam penanganan virus Corona atau Covid-19. Hanya China yang mulai pulih dari pandemi ini dan dilaporkan mulai membeli minyak untuk cadangan darurat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top