Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menilik Skenario jika Pangeran Harry dan Meghan Markle Kembali ke Kerajaan

pakar dan pengamat kerajaan Inggris mengatakan bahwa keputusan mereka undur diri dan mengejar kemandirian finansial akan ditinjau kembali dalam waktu 1 tahun dan tidak menutup kemungkinan keduanya akan kembali ke kehidupannya sebagai keluarga kerajaan.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 01 April 2020  |  23:08 WIB
Pangeran Harry dan Meghan Markle mengunjungi Sydney Australia - Reuters
Pangeran Harry dan Meghan Markle mengunjungi Sydney Australia - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pasangan kerajaan Inggris Pangeran Harry dan Meghan Markle, yang mendapatkan julukan sebagai Duke and Duchess of Sussex secara resmi telah mengundurkan diri dari tugas kerajaan mereka pada 1 April.

Namun begitu, pakar dan pengamat kerajaan Inggris mengatakan bahwa keputusan mereka undur diri dan mengejar kemandirian finansial akan ditinjau kembali dalam waktu 1 tahun dan tidak menutup kemungkinan keduanya akan kembali ke kehidupannya sebagai keluarga kerajaan.

“Pilihan Harry dan Meghan sangat jelas saat ini. Tapi tidak ada yang bisa memprediksi masa depan. Pihak kerajaan menegaskan bahwa mereka tidak akan menggunakan gelar kerajaan mereka tetapi dengan bijaksana diizinkan untuk penilaian kembali setelah 1 tahun," kata Ricard Fitzwilliams, konsultan dan pengamat kerajaan seperti dikutip Insider, Rabu (1/4).

Harry dan Markle, bersama putra mereka Archie telah pindah ke Los Angeles setelah menghabiskan waktunya di Kanada. Baru-baru ini dilaporkan bahwa staf di pangkalan Frogmore Cottage mereka di Inggris telah dipindahkan.

Harry dan Markle bukan pasangan pertama yang mencoba dan mundur dari kerajaan

Bertahun-tahun sebelumnya, pasangan kerajaan lain berusaha mencari nafkahnya sendiri sambil bekerja mewakili Ratu Inggris. Mereka adalah pangeran Edward dan Sophie yang mendapat julukan Countess of Wesses.

“Ketika pangeran Edward menikahi Sophie, dia sukses dan bekerja di bidang public relations dan menjalankan usahanya sendiri. Ratu setuju mengizinkan pasangan itu untuk bekerja di karier mereka sendiri dengan beberapa tugas kerajaan,” kata Marlene Koening, pakar kerajaan History Extra.

Namun demikian, pasangan itu akhirnya melepaskan karier mereka dan menyatakan ingin mendukung Ratu dan kerajaan sepenuhnya. Menurut sebuah laporan dari Mail Online pada 2002 silam, Ratu membayar keduanya sebanyak 250.000 euro atas kompensasi hilangnya pendapatan karier mereka.

Keluarga kerajaan bisa jadi membuka pintu untuk Harry dan Markle kembali

Ketika Harry menyerahkan tugas kerajaannya, dia juga menyerahkan gelar militernya. Fitzwilliams berpendapat bahwa ini mungkin dibiarkan kosong jika sang Duke berubah pikiran sebelum peninjauan ulang.

“Mungkin saja hubungan militer Harry terutama dari Kapten Jenderal Marinir Kerajaan, akan tetap kosong selama waktu itu kalau-kalau ada pertimbangan ulang dari Harry,” katanya.

“Karena terlepas dari peran Harry sebagai Duta Besar Pemuda Persemakmuran, mereka akan menjaga perlindungan mereka, jika mereka menilai kembali prioritasnya ini secara teori dapat diakomodasi,” imbuhnya.

Namun demikian, pakar lainnya menyebut bahwa kendati Harry dan Markle nantinya akan diterima kembali oleh keluarga kerajaan, tetapi tidak demikian dengan media-media di Inggris.

“Keluarga kerajaan pasti akan menyambut mereka kembali dengan tangan terbuka. Tapi media tidak akan berbelas kasihan tentang hal ini,” kata Koening.

Pasangan Duke and Duchess of Sussex telah terlibat kontroversi dengan pers di Inggris bahkan sejak keduanya belum menikah. Pada 2016, Harry mengeluarkan pernyataan yang mengecam terhadap pemberitaan di halaman depan sebuah surat kabar nasional.

Hubungan keluarga kerajaan dengan pers dinilai para pakar kerajaan juga merupakan salah satu faktor penentu pasangan itu mundur dari tugas kerajaan tahun ini.

Harry dan Markle mengumumkan di situs web Sussex Royal bahwa mereka tidak akan lagi mengambil bagian dalam Royal Rota, sebuah sistem yang memungkinkan rotasi surat kabar dan tabloid Inggirs untuk menghadiri pertunangan mereka.

Karry Daynes, seorang konsultan psikolog forensik sebelumnya mengatakan bahwa dia telah mengajukan pertanyaan yang dirancangn untuk mencapai tanggapan negatif dan menyesatkan tentang Markle.

“Saya telah diminta oleh media Inggris untuk mengomentari Harry dan Markle dalam kapasitas saya sebagai seorang ahli, dalam kontrol pemaksaan,” katanya.

Markle juga pernah meluncurkan gugatan terhadap sebuah surat kabar di Inggris setelah menerbitkan surat yang dikirim ke ayahnya pada tahun lalu. Hal-hal demikian yang membuktikan pasangan itu memiliki banyak ketegangan dengan media di Inggris.

Bahkan, Ratu Elizabeth II untuk pertama kalinya secara terbuka mengakui adanya perlakuan pers yang brutal yang diterima pasangan itu dalam sebuah pernyataan langka yang dibuat ketika keduanya mengumumkan pengunduran diri.

Namun bagaimana pun, seperti yang dikatakan oleh Fitzwilliams bahwa tidak ada yang bisa memprediksi masa depan dengan pasti. Keputusan final akan ada di tangan Harry dan Markle yang bisa saja memutuskan kembali ke keluarga kerajaan atau teguh dengan jalan yang dipilihnya saat ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kerajaan inggris pangeran harry dan meghan markle
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top