Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

G20 Komit Atasi Kerentanan Utang Negara Berkembang

Pada pertemuan virtual pada Selasa (31/3/2020), menteri keuangan dan gubernur bank sentral G-20 berkomitmen akan berupaya mengatasi kerentanan utang di negara-negara berkembang untuk membantu upaya mereka dalam memerangi wabah.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 01 April 2020  |  06:33 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kedua kanan) menjelang sesi foto di sela-sela menghadiri KTT G20, di Osaka, Jepang, Jumat (28/6/2019). Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 digelar pada tanggal 28-29 Juni 2019. - Setkab
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kedua kanan) menjelang sesi foto di sela-sela menghadiri KTT G20, di Osaka, Jepang, Jumat (28/6/2019). Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 digelar pada tanggal 28-29 Juni 2019. - Setkab

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah negara G20 tengah fokus terhadap pemenuhan bantuan bagi negara-negara berkembang yang berusaha mengatasi dampak pandemi coronavirus.

Pada pertemuan virtual pada Selasa (31/3/2020), menteri keuangan dan gubernur bank sentral G-20 berkomitmen akan berupaya mengatasi kerentanan utang di negara-negara berkembang untuk membantu upaya mereka dalam memerangi wabah.

Negara G20 juga berjanji untuk bekerja sama dengan organisasi lain untuk memberikan bantuan keuangan internasional ke negara-negara berpenghasilan rendah.

Lebih dari 800.000 orang diseluruh dunia telah dipastikan terinfeksi dan 39.000 tewas pada hari Selasa (31/3/2020).

Wabah virus Corona menyebar dari kota Wuhan di China ke lebih dari 180 negara dan wilayah sejak akhir Januari dan telah mempengaruhi setiap benua kecuali Antartika.

Sebelum seruan G20 ini, Prancis mengatakan akan mengusulkan bahwa Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) untuk meningkatkan hak penarikan khusus hingga US$500 miliar sebagai bagian dari dorongan agresif untuk membantu negara-negara berkembang.

Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire mengatakan langkah ini akan menjadi dukungan cepat kepada negara-negara yang diperkirakan akan menghadapi kesulitan besar, terutama di Afrika.

Dia juga mengatakan akan mengusulkan jalur kredit cepat baru untuk menambah pertukaran antara bank sentral, dan menggandakan hak penarikan otomatis darurat untuk negara-negara berkembang.

"Kami menginginkan bantuan besar dan segera," tegas Le Maire. Dia melanjutkan moratorium utang bisa menjadi langkah pertama untuk membantu beberapa negara.

"Perhatian utama adalah untuk menghindari negara-negara terlemah di dunia menjadi korban utama dari krisis virus Corona," katanya.

Sementara itu, Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengatakan ekonomi terbesar di dunia harus memberikan lebih banyak dukungan untuk menjaga sistem moneter internasional akibat pandemi ini.

Langkah itu, yang akan memerlukan dukungan dari keanggotaan IMF, akan segera meningkatkan likuiditas semua anggota IMF. IMF juga meminta dukungan untuk memperluas penggunaan instrumen seperti swap.

Pada hari Jumat (27/3/2020), JPMorgan Chase & Co. mengatakan bahwa proses bantuan pandemi IMF juga harus meringankan beberapa aturan pinjaman bagi negara-negara berkembang untuk menghindari membebani mereka dengan jeratan utang.

JP Morgan mengungkapkan sekitar lebih dari 81 negara yang tengah menanti bantuan IMF kemungkinan akan menghadapi pasar keuangan yang menantang dan defisit fiskal besar yang dapat menempatkan mereka dalam posisi utang yang berbahaya.

IMF juga akan mengalami kesulitan meminjamkan lebih dari US$1 triliun tanpa mengurangi standar pinjaman normal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

g20 imf

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top