Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

WNI dari Luar Negeri Tidak Bisa Langsung Pulang ke Daerah Asal, Mengapa?

Dalam pemeriksaan awal di pintu perbatasan, status kesehatan WNI akan menentukan yang bersangkutan tergolong orang dalam pemantauan (ODP) atau pasien dalam pengawasan (PDP).
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  13:23 WIB
Petugas memeriksa Kartu Kewaspadaan Kesehatan penumpang yang baru tiba di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (2/3/2020). - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Petugas memeriksa Kartu Kewaspadaan Kesehatan penumpang yang baru tiba di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (2/3/2020). - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah memutuskan setiap warga negara Indonesia yang datang dari luar negeri harus melalui protokol kesehatan sebelum kembali ke daerah asal.

Dalam pemeriksaan awal di pintu perbatasan, status kesehatan WNI akan menentukan yang bersangkutan tergolong orang dalam pemantauan (ODP) atau pasien dalam pengawasan (PDP) kasus Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Pendidikan, Manusia, dan kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendi mengatakan setiap WNI yang baru pulang dari luar negeri harus membawa sertifikat sehat atau health certificate dari negara asal. Kedutaan besar RI di negara asal WNI tersebut akan membantu untuk mendapatkan sertifikat tersebut.

Sesampainya di Indonesia, baik melalui bandara atau pelabuhan, kesehatan setiap WNI akan diperiksa ulang.

“Walau sudah [punya] health certificate tapi ada gejala akan dipisahkan, nanti akan ada isolasi. Ada 4 tempat yang disiapkan pemerintah,” kata Muhadjir usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo soal penanganan arus masuk WNI dan pembatasan perlintasan WNA melalui video conference, Selasa (31/3/2020).

Tempat-tempat yang dimaksud adalah tempat yang biasa digunakan Kementerian Sosial untuk mengarantina orang-orang yang bermasalah dengan imigrasi. Kemudian ada tiga tempat lain yang secara khusus disiapkan, yakni pulau Galang, Kepualuan Natuna, dan pulau Sebaru.

Adapun yang berstatus ODP atau tanpa gejala, akan dikembalikan ke daerah asalnya melalui jalur darat dan laut. Kapal perang Republik Indonesia (KRI) telah disiapkan untuk mengantar para WNI tersebut mulai dari ke Sumatra hingga Jawa Timur.

“Sesampainya di sana [daerah asal] akan ditangani pemda, mulai dari pelabuhan sampai tujuan akhir jadi tanggung jawab pemda masing-masing,” kata Muhadjir.

Sesampai di tempat tujuan setiap WNI tersebut juga harus menjalani karantina. Kementerian Desa akan menyiapkan tempat karantina untuk WNI dari luar negeri di desa-desa.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa episentrum penyebaran virus corona berubah, dari sebelumnya China, menjadi Amerika Serikat dan Eropa. Oleh karena itu dia meminta jajarannya untuk memperkuat kebijakan yang dapat mengatur mobilitas warga negara asing (WNA) dan juga WNI yang baru pulang dari luar negeri.

Jokowi mendapatkan laporan bahwa China, Korea Selatan, dan Singapura tengah berhadapan dengan gelombang baru Covid-19, karena imported cases atau kasus yang dibawa dari negara lain, baik oleh warga negara asalnya atau WNA.

“Oleh sebab itu prioritas kita saat ini bukan hanya mengedalikan arus mobilitas orang antar wilayah di dalam negeri, tapi juga harus bisa mengendalikan mobilitas antar negara yang beririsiko membawa imported cases,” katanya

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wni Virus Corona
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top