Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

1.000 Orang Tes Corona di Bekasi, Begini Hasilnya

Akhir pekan lalu, Pemerintah Kabupaten Bekasi melakukan pemeriksaan cepat pada orang-orang yang dinilai paling berisiko tertular dan menularkan Covid-19.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  11:58 WIB
Petugas Dinas Kesehatan Kota Depok melakukan pengecekan kepada pengguna kendaraan saat tes cepat (rapid test) COVID-19 dengan sistem
Petugas Dinas Kesehatan Kota Depok melakukan pengecekan kepada pengguna kendaraan saat tes cepat (rapid test) COVID-19 dengan sistem "drive thru" di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Minggu (29/3/2020). Tes dengan sistem tersebut dilakukan guna mempercepat proses pemeriksaan dan mempersempit penyebaran penularan COVID-19 di wilayah Depok dan sekitarnya. ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Kabupaten Bekasi di Jawa Barat mendeteksi dua kasus Covid-19 dalam rapid test atau pemeriksaan cepat yang dilakukan terhadap 1.000 orang akhir pekan lalu.

"Hanya dua yang positif corona sementara 998 orang lainnya negatif," kata Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah di Cikarang, Selasa (31/3/2020).

Dua orang yang dinyatakan positif terserang virus corona, menurut dia, menjalani isolasi dan perawatan intensif di rumah sakit. "Langsung kami tindak lanjuti dengan melakukan pengawasan dan perawatan di rumah sakit," katanya.

Akhir pekan lalu, Pemerintah Kabupaten Bekasi melakukan pemeriksaan cepat pada orang-orang yang dinilai paling berisiko tertular dan menularkan Covid-19.

"Rapid test (pemeriksaan cepat) yang kami lakukan kemarin menggunakan dua metode yakni door to door (pintu ke pintu) dan drive through," katanya.

Dalam pemeriksaan cepat dari pintu ke pintu, petugas kesehatan mendatangi rumah orang-orang dalam pemantauan (ODP)--orang yang datang dari daerah penularan-- yang sedang melakukan isolasi mandiri serta rumah tenaga medis yang berhubungan langsung dengan pasien dalam pengawasan (PDP), orang yang datang dari daerah penularan dan mengalami gejala sakit serupa Covid-19.

Sementara tes cepat dengan metode drive through diperuntukkan bagi orang-orang dengan profesi dengan interaksi sosial tinggi seperti TNI/Polri, petugas medis, hingga petugas pelayanan publik mulai dari lurah dan kepala desa, camat, hingga pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

"Tes cepat kedua metode ini dilakukan dengan pengambilan sampel darah untuk diuji di alat test pack baru kemudian diketahui hasilnya. Bedanya kalau drive through kita siapkan lokasi di stadion kemarin," kata Alamsyah.

Hasil pemeriksaan cepat di Kabupaten Bekasi, menurut dia, sudah dilaporkan ke Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Provinsi Jawa Barat. "Pak Gubernur mengapresiasi kepada kita dan Beliau juga menyampaikan akan menambah 1.000 lagi alat rapid test-nya," kata Alamsyah.

Menurut data Pusat Informasi dan Koordinasi Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, hingga Selasa, 31 Maret 2020, pukul 08.10 WIB tercatat ada 20 orang warga Kabupaten Bekasi yang positif terserang Covid-19. Sebanyak 13 dari warga yang positif COVID-19 masih menjalani perawatan, tiga sudah sembuh, dan empat meninggal dunia.

Selain itu ada 719 warga Kabupaten Bekasi yang berstatus ODP Corona, 539 orang masih dalam pemantauan dan 180 orang lainnya sudah selesai menjalani pemantauan. Sementara jumlah PDP di Kabupaten Bekasi sebanyak 134 orang dengan perincian 117 orang masih dalam pengawasan dan 17 sudah selesai menjalani pengawasan.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bekasi Virus Corona

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top