Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ingin Donasikan Makanan ke Petugas Corona? Ini Tipsnya agar Higienis

Donasi makanan menjadi salah satu upaya yang dilakukan dalam membantu pejuang medis dan relawan serta pihak terdampak dalam wabah Virus Corona atau Covid-19.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 29 Maret 2020  |  08:20 WIB
Ilustrasi:Petugas Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan uji laboratorium sampel makanan dalam kemasan styrofoam. - ANTARA/Adiwinata Solihin
Ilustrasi:Petugas Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan uji laboratorium sampel makanan dalam kemasan styrofoam. - ANTARA/Adiwinata Solihin

Bisnis.com, JAKARTA - Donasi makanan menjadi salah satu upaya yang dilakukan dalam membantu pejuang medis dan relawan serta pihak terdampak dalam wabah Virus Corona atau Covid-19.

Juru masak atau Chef Degan Septoadji mengatakan prinsip utama saat mendonasikan makanan bagi mereka yang berjuang merawat pasien atau terdampak wabah Covid-19 yaitu bersih dan sehat.

Degan menekankan aspek kebersihan dalam pengolahan bahan baku, alat yang digunakan hingga penyajian makanan. Menurutnya personal grooming sangat penting untuk menjamin makanan sehat.

“Jadi, seperti cuci tangan di setiap saat, kemudian pakaian kita bersih ya, kemudian, alat-alat kita juga harus dijaga, supaya alat-alat juga bersih. Kemudian, saat kita memilih bahan-bahan makanan, itu juga harus kita pastikan, bahwa sumbernya itu bersih dan kita juga harus memilih bahan-bahan yang memang baik kondisinya dan kualitasnya bagus,” ujar Degan dalam keterangan resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Sabtu (28/3/2020).

Di samping bersih, imbuhnya, makanan yang didonasikan juga sehat. Degan mengatakan pendonasi perlu mempertimbangkan nutrisi makanan yang akan disajikan, seperti karbohidrat, serat, dan protein. Nutrisi tersebut dapat disajikan dalam menu seperti nasi, kentang, mie, sayuran, telor, daging, ikan maupun tahu dan tempe.

Degan memberikan tips juga pengolahan bahan baku yang tersedia sehingga memberikan manfaat bagi yang mengkonsumsinya.

“Kemudian yang juga penting adalah cara masaknya. Itu mungkin yang sangat penting juga. Jadi, jangan semua digoreng, jadi harus seimbang, ada yang digoreng, ada yang dikukus, ada juga yang mungkin dipanggang ya. Itu semua istilah kulinernya cooking method yang sehat,” kata Degan.

Menyikapi kondisi yang mungkin susah untuk ke luar rumah, imbuhnya, ada baiknya membeli bahan makanan yang awet. Dia menyarankan untuk menyimpan jenis bahan baku seperti kentang, tomat, telur.

“Pastikan, bahwa telur itu disimpan di kulkas. Jangan di luar, jangan di panas-panas ya,” katanya.

Dia menambahkan packaging yang aman dan kebersihannya juga perlu diperhatikan dalam donasi makanan.

“Kita harus mematiskan, bahwa packaging-nya itu bersih. Misalnya, kalau kita menggunakan bungkus Styrofoam, itu harus yang baru. Jangan bekas. Kemudian, itu harus di sealed dengan benar. Ditutup dengan rapi, kemudian siapa saja yang akan membungkusi makanan tersebut, harus juga bersih,” kata Degan.

Kembali lagi, kita harus sering cuci tangan dan menggunakan mungkin sarung tangan. Tak kalah penting, penyaji harus menggunakan masker.

“Kalau bisa rambut ditutup dengan kap atau misalnya topi, ya. Khusus di dapur. Kemudian, siapa yang mengantar makanan tersebut juga harus bersih supirnya. Juga harus sering cuci tangan, atau paling enggak pas diantar pakai sarung tangan, pake masker, dan harus menyediakan misalnya di mobil, sanitizer ya,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

donasi Virus Corona covid-19
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top