Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AS Catat Rekor Kasus Corona Tertinggi di Dunia, 3,28 Juta Orang Menganggur

Sebagai perbandingan, China mencatat 81.700 kasus dan di Italia tercatat sebanyak 80.500 kasus hingga saat ini. Sedangkan lebih dari 120.000 orang di seluruh dunia telah pulih dari virus corona, namun lebih dari 23.000 orang meninggal dunia.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 27 Maret 2020  |  08:08 WIB
Seorang pria mengenakan masker di Times Square, New York./Bloomberg-John Nacion/STAR MAX - IPx via AP Photo
Seorang pria mengenakan masker di Times Square, New York./Bloomberg-John Nacion/STAR MAX - IPx via AP Photo

Bisnis.com, JAKARTA - Amerika Serikat (AS) sekarang mencatat rekor tertinggi kasus virus corona di dunia dengan lebih dari 82.400 kasus dan 1.178 orang meninggal dunia, menurut laporan Johns Hopkins University.

Sebagai perbandingan, China mencatat  81.700 kasus dan di Italia tercatat sebanyak 80.500 kasus hingga saat ini. Sedangkan lebih dari 120.000 orang di seluruh dunia telah pulih dari virus corona, namun lebih dari 23.000 orang meninggal dunia.

Italia melaporkan jumlah kematian tertinggi dengan lebih dari 8.200 kematian seperti dikutip Aljazeera.com, Jumat (27/3/2020).

Atas kondisi itu, bank sentral AS turut memberi komentar terkait kondisi ekonomi dan angka pengangguran di Amerika Serikat.

Amerika Serikat "mungkin dalam resesi", tetapi kemajuan dalam mengendalikan penyebaran virus corona akan menentukan kapan ekonomi dapat sepenuhnya dibuka kembali, kata Gubernur Bank Sentral AS (The Fed), Jerome Powell dalam sebuah wawancara televisi NBC's Today Show.

Powell berbicara sekitar satu jam sebelum data federal menunjukkan lonjakan rekor klaim pengangguran menjadi 3,28 juta orang.

Dia mengatakan hal itu terjadi sebagai bukti bahwa "jarak sosial" untuk melawan pandemi telah terjadi.

“Ini akan mengakhiri ekspansi ekonomi negara AS selama lebih dari satu dekade,” ujarnya.

Sementara itu, rumah sakit di AS dilaporkan semakin kewalahan dengan kasus corona dan sebanyak 100 orang meninggal sehari terakhir.

Sedangkan sebanyak 40 persen warga AS saat ini berada di bawah perintah penguncian untuk mencegah penyebaran penyakit seperti dikutip ChannelNesAsia.com.

Akibat angka kematian yang terus meningkat, para ahli mengatakan jumlah kasus sebenarnya bisa jauh lebih tinggi daripada angka resmi karena kekurangan alat pemeriksaan kesehatan.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat Virus Corona
Editor : Nancy Junita
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top