Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ford Gandeng GE dan 3M Akselerasi Produksi Alat Kesehatan

Ford Motor Co. juga akan merakit lebih dari lebih dari 100.000 pelindung wajah yang terbuat dari plastik bagi para petugas medis.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 24 Maret 2020  |  21:45 WIB
Petugas kesehatan di Spanyol menggunakan kantong sampah sebagai alat pelindung diri saat menolong pasien virus corona Coovid-19. - Bloomberg
Petugas kesehatan di Spanyol menggunakan kantong sampah sebagai alat pelindung diri saat menolong pasien virus corona Coovid-19. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA — Ford Motor Co. akan menggandeng dengan 3M Co. dan General Electric Co. untuk mengakselerasi produksi respirator, masker, dan ventilator seiring dengan melonjaknya permintaan kedua mesin ini akibat pandemik.

Berdasarkan keterangan resminya, Ford Motor Co. juga akan merakit lebih dari lebih dari 100.000 pelindung wajah yang terbuat dari plastik bagi para petugas medis.

“Kami akan berupaya secepat mungkin. Tidak akan ada yang membicarakan tentang implikasi finansial karena saat ini adalah keadaan darurat nasional,” kata Direktur Eksekutif Ford Motor Co., Bill Ford, dikutip dari Bloomberg, Selasa (24/3/2020).

Kolaborasi ketiga perusahaan ini diharapkan dapat memberikan dukungan bagi rumah sakit seiring dengan membludaknya pasien Covid-19 di dunia. Keterbatasan ventilator, respirator, dan produk-produk kesehatan lainnya di rumah sakit, Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta perusahaan-perusahaan untuk berkontribusi.

Bill Ford mengungkapkan kolaborasi ketiga perusahaan itu sudah dimulai sebelum Gedung Putih meminta perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat untuk membantu produksi alat-alat kesehatan.

Ford bersama dengan General Motors Co. telah membeli lebih dari 1.200 alat-alat medis dari China dan saat ini telah didistribusikan.

Selain Ford, Fiat Chrysler Automobiles NV juga menargetkan mampu memproduksi 1 juta masker dalam sebulan di pabriknya yang berlokasi di China. Nantinya, masker tersebut akan didonasikan kepada pasien dan petugas medis.

Sementara itu, GE menyatakan sudah melipatgandakan kapasitasnya untuk memproduksi ventilator sejak wabah virus corona terjadi pada awal tahun ini. Perusahaan bahkan berkomitmen untuk kembali melipatgandakan kapasitasnya pada kuartal kedua tahun ini.

GE juga memberikan informasi secara daring mengenai bagaimana menggunakan alat anastesi untuk tujuan ventilasi, yang didasarkan atas acuan dari U.S. Food and Drug Administration.

“Dengan dukungan global yang telah menginstalasi lebih dari 100.000 alat, informasi itu akan memberikan asistensi permintaan ventilator,” jelas GE dalam keterangan resminya.    

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bloomberg

Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top