Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Warga China di Luar Negeri Bertanya-Tanya Kapan Bisa Pulang

Ketidakpastian masih membayangi harapan warga China untuk bisa segera pulang ke kampung halamannya.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 24 Maret 2020  |  13:29 WIB
Pekerja berjalan melintasi jalur-jalur kosong di pintu masuk truk di Pelabuhan Yangshan Deepwater, Shanghai, China, Senin (23/3/2020). Bloomberg - Qilai Shen\n
Pekerja berjalan melintasi jalur-jalur kosong di pintu masuk truk di Pelabuhan Yangshan Deepwater, Shanghai, China, Senin (23/3/2020). Bloomberg - Qilai Shen\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Ketidakpastian masih membayangi harapan warga China untuk bisa segera pulang ke kampung halamannya.

Saat infeksi virus Corona mulai berkurang di China dan melonjak di tempat lain, banyak warga China yang tinggal di luar negeri bertanya-tanya kapan saat yang aman untuk kembali ke kampung halaman.

Saat ini ada sekitar 1,5 juta warga China yang belajar di universitas di negara lain. Mereka sering kali didesak untuk kembali ke rumah oleh anggota keluarga yang takut bahwa negara-negara asing tidak efektif dalam memerangi virus Corona seperti China.

Namun, kembali ke China berarti mereka harus menghabiskan dua pekan pertama di karantina, seperti yang disarankan WHO dan otoritas lokal.

Dilansir Economist, para pejabat di Beijing mengatakan bahwa memastikan setiap orang yang memasuki wilayahnya tidak membawa virus telah menjadi prioritas.

"Sebanyak 34 kasus baru Covid-19 yang terdeteksi di negara itu pada 18 Maret 2020 dapat ditelusuri berasal dari seseorang yang baru saja kembali dari luar negeri," demikian dikutip Economist, Selasa (24/3/2020).

Dulu China enggan mengizinkan warganya melakukan perjalanan ke luar negeri dengan bebas. Sekarang pintu China terbuka dan jumlah penduduknya yang tinggal di luar negeri telah melonjak.

China melihat para perantau sebagai sumber soft power dan pengetahuan yang dapat membantu negara itu bangkit.

Dalam beberapa tahun terakhir perantau telah berusaha untuk meningkatkan loyalitas mereka kepada tanah air dengan membela kepentingan negara.

Meskipun angka infeksi virus Corona telah mengalami penurunan signifikan di China, warga negaranya di luar negeri dihadapkan dengan alasan lain yang membuat mereka ragu untuk pulang.

Netizen menyatakan kecemasan soal kepulangan mereka yang berada di luar negeri.

Kritik pedas netizen dipicu ulah segelintir orang yang menyembunyikan gejala ketika memasuki daratan China atau mengabaikan permintaan karantina mandiri selama dua pekan setelah tiba dari luar negeri.

Negara ini masih butuh waktu panjang untuk pulih, ujar Netizen.

Pejabat setempat juga tampaknya ingin membendung arus balik, terutama ke Beijing, guna melindungi ibu kota.

Pada 16 Maret 2020 pemerintah setempat mengumumkan bahwa sebagian besar orang yang memasuki Beijing dari negara asing harus melakukan karantina selama dua pekan di hotel yang ditunjuk dan membayar US$30-US$80 per malam.

Dua hari kemudian, seorang pejabat kota mengimbau pelajar China di luar negeri untuk tidak kembali kecuali dalam keadaan penting.

Banyak pelajar China di luar negeri mengatakan mereka punya alasan bagus untuk tetap tinggal, selain agar tidak menjadi penyebar penyakit. Pulang sebelum lulus dapat mempersulit mencari pekerjaan di luar negeri.

Beberapa khawatir bahwa mereka dapat terpapar virus selama di perjalanan, atau kembalinya mereka ke rumah justru akan menyebabkan kerepotan bagi orang tua.

Di sisi lain, ada pula mereka yang berpendapat bahwa kembali ke rumah adalah pilihan yang tepat.

Alina Wang, yang sedang menuntut ilmu di Sydney, Australia, memutuskan untuk kembali ke kampung halaman di sebuah provinsi di timur laut China pada awal Maret lalu.

Dia merasa bahwa China melakukan pekerjaan dengan baik untuk membatasi penyebaran Covid-19.

Di Australia, dia kerap khawatir apalagi tidak banyak orang yang mengenakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.

Wang mengatakan berada di kampung halaman sangat melegakan bahkan jika dia harus tinggal selama dua pekan di karantina.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china Virus Corona
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top