Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Soal Virus Corona, Media AS Sebut Trump Pembohong

Presiden disebut telah membuat klaim yang salah, menyesatkan atau meragukan tentang pandemi virus corona.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 24 Maret 2020  |  11:30 WIB
Presiden AS Donald Trump berjalan ke Air Force One ketika ia meninggalkan Washington untuk melakukan perjalanan ke KTT G20 di Osaka, Jepang dari Pangkalan Bersama Andrews, Maryland, AS, 26 Juni 2019. - Reuters
Presiden AS Donald Trump berjalan ke Air Force One ketika ia meninggalkan Washington untuk melakukan perjalanan ke KTT G20 di Osaka, Jepang dari Pangkalan Bersama Andrews, Maryland, AS, 26 Juni 2019. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Para praktisi media AS mengeritik briefing harian yang disampaikan Presiden Donald Trump karena dinilai misinformasi dan sangat menyesatkan, sehingga mereka meminta penghentian siaran langsung tersebut.

Presiden disebut telah membuat klaim yang salah, menyesatkan atau meragukan tentang pandemi virus corona.

Beberapa di antara pernyataan sang presiden harus segera diperbaiki oleh para ahli kesehatan seperti dokter Anthony Fauci, menurut sebuah laporan The Independent.

Trump disebut menggunakan briefing hariannya untuk memberikan informasi kepada publik tentang krisis yang menakutkan sebagai pengganti kampanye yang terkendala oleh pandemi Covid-19.

Setelah berminggu-minggu mengecilkan risiko virus corona, dan pernah mengklaim hanya ada 15 kasus dan akan segera "mendekati nol”, kini Trump mengklaim bahwa pandemi corona akan berhenti di luar perkiraan orang.

Trump disebut selalu gagal mengikuti saran tentang jarak sosial, muncul di panggung di Gedung Putih setiap hari dikelilingi oleh para pejabat. Baru-baru ini dia terus terlihat berjabat tangan.

Margaret Sullivan, menulis di The Washington Post, bahwa Trump telah melakukan kerusakan dan menyebarkan informasi yang salah saat bekerja untuk kepentingan politik partisannya sendiri.

Dia mengatakan apa yang dilakukan Trump seperti menggambarkan dirinya sebagai presiden di masa perang seperti Franklin Delano Roosevelt (FDR)  dengan berani memimpin negara melalui masa yang penuh gejolak.

Penulis The New York Times, Jennifer Senior menulis bahwa orang harus menyebut briefing presiden seperti "propaganda".

Dia menambahkan bahwa Trump seorang pembohong dan seorang pria lemah dan penuh khayalan yang nantinya akan sangat terkejut oleh fakta soal virus corona seperti dikutip PressTV.com, Selasa (24/3/2020).

Pada Jumat lalu, Rachel Maddow, seorang pembawa acara MSNBC, mengatakan pengarahan Gedung Putih harus dihapus, karena informasi yang salah dari presiden "bisa menelan korban jiwa".

“Presiden Trump hari ini, sekali lagi, jelas keliru di depan umum tentang obat malaria yang bisa melawan virus corona. Dia telah terjebak dalam pikirannya, agak jauh dari fakta,” ujarnya.

Dia mengatakan jika presiden akhirnya mengatakan sesuatu yang benar, Anda dapat menjalankannya, tetapi jika dia terus berbohong seperti ini setiap hari pada hal-hal sepenting ini, kita semua harus berhenti menyiarkannya, katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Donald Trump
Editor : Nancy Junita
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top