Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hindari Corona, Jaga Jarak Aman di Tempat Umum Juga di Rumah

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letjen Doni Monardo meminta masyakat menjaga jarak aman antar individu bukan hanya di tempat umum. Menurut Doni hal ini juga berlaku di dalam rumah.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 24 Maret 2020  |  13:49 WIB
Ilustrasi-Suasana tenan makanan yang sepi di salah satu pusat perbelanjaan usai adanya anjuran untuk menjaga jarak sosial dan beraktivitas dari rumah untuk mencegah penyebaran virus corona di Jakarta, Senin (23/3/2020). Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) juga memprediksi penurunan penjualan ritel kuartal pertama 2020 turun hingga 0,4 persen dibanding dengan kuartal pertama tahun lalu. Bisnis - Nurul Hidayat
Ilustrasi-Suasana tenan makanan yang sepi di salah satu pusat perbelanjaan usai adanya anjuran untuk menjaga jarak sosial dan beraktivitas dari rumah untuk mencegah penyebaran virus corona di Jakarta, Senin (23/3/2020). Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) juga memprediksi penurunan penjualan ritel kuartal pertama 2020 turun hingga 0,4 persen dibanding dengan kuartal pertama tahun lalu. Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letjen Doni Monardo meminta masyakat menjaga jarak aman antar individu bukan hanya di tempat umum. Menurut Doni hal ini juga berlaku di dalam rumah.

“Belum tentu seluruh anggota keluarga aman dari virus Corona ini. Oleh karenanya penjelasan-penjelasan secara terus-menerus tentang pentingnya jaga jarak dan diikuti disiplin yang tinggi harus menjadi prioritas dalam setiap kesempatan,” kata Doni usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo melalui video conference, Selasa (24/3/2020).

Seperti diketahui, pemerintah tidak mengambil opsi lockdown dalam pengendalian penyebaran Covid-19 di Indonesia. Sebagai gantinya, pemerintah mengimbau masyarakat untuk menjaga jarak sosial yang aman dan juga melaksanakan tes cepat sebagai deteksi dini virus di tengah lingkungan masyarakat.

Terkait kebijakan tersebut, Presiden Joko Widodo berargumen bahwa dirinya telah mengamati kebijakan seluruh negara saat merespons pandemi Covid-19. Hal ini dilaporkan oleh duta besar Indonesia untuk negara-negara lain melalui Kementerian Luar Negeri.

“Jadi yang paling pas di negara kita physical distancing, menjaga jarak aman, kalau itu bisa kita lakukan saya yakin kita bisa mencegah penyebaran Covid 19 ini,” kata Presiden membuka rapat terbatas soal Pengarahan Presiden kepada Para Gubernur Menghadapi Pandemi Covid-19 melalui video conference, Selasa (24/3/2020).

Namun, hal itu membutuhkan kedisiplinan yang kuat. Seluruh masyarakat harus ikut berperan serta untuk memutus rantai penyebaran virus Corona. Bila itu semua dapat dilakukan secara taat oleh masyakrat, Presiden yakin opsi menjaga jarak akan menunjukan hasil yang baik.

Sementara itu hingga Senin (23/3/2020) pukul 12.00 WIB, Indonesia melaporkan 579 kasus positif Covid-19. Jumlah ini meningkat dari jumlah sebelumnya yakni 514 kasus.

Dari total kasus, sebanyak 30 orang di antaranya telah sembuh, sedangkan 49 orang meninggal dunia. Sisanya masih dalam proses perawatan.

Berdasarkan sebaran wilayah, DKI Jakarta menjadi yang terbesar, yakni 356 pasien per Senin (23/3/2020) pukul 18.00 WIB. Ibu kota negara mencatat 31 orang meninggal, sehingga rasio kematian pasien Covid-19 sebesar 8,7 persen atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata secara global.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona social distancing
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top