Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Banyak yang Bandel Jadi Penyebab Tingginya ODP Virus Corona di Sumut

Peningkatan ODP virus Corona di Sumut hampir dua kali lipat hanya dalam waktu sehari. Menurut Tim Gugus Tugas Sumut, hal ini karena banyak masyarakat yang bandel.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 Maret 2020  |  01:17 WIB
Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran itu siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A - Pool
Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran itu siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A - Pool

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Virus Corona (Covid-19) Provinsi Sumatera Utara, Riadil Akhir Lubis mengatakan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) naik menjadi 50 orang. Bertambah dua orang dari hari sebelumnya.

"Jumlah positif Covid-19 tidak berkembang, tetap dua orang. Satu meninggal dunia, satu lagi masih dalam perawatan," kata Riadil pada siaran langsung konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Senin (23/3/2020).

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan, penelusuran terhadap orang-orang yang pernah kontak dengan pasien positif virus Corona tidak mudah. Tidak semua orang bersedia ditanya.

"Petugas kami sampai ada yang diancam dan sebagainya. Kalau ODP bisa diidentifikasi, kontribusinya memutus rantai penularan," kata Alwi saat mendampingi Riadil di Media Center Gugus Tugas.

Dia meminta 763 orang dalam pengawasan (ODP) melakukan karantina mandiri dan melakukan social distancing selama dua minggu supaya angka penyebaran tidak terus bertambah.

Dari awal, banyak ODP yang tidak mau mengisolasi diri sehingga terjadi peningkatan jumlah PDP yang signifikan.

"Banyak ODP yang membandel. Pertimbangan hukumnya membolehkan, kami akan umum nama-namanya supaya menjaga kita semua,” ucap Alwi.

Sebanyak 50 PDP dirawat di 25 rumah sakit di enam kabupaten dan kota. PDP yang sudah pulang sebanyak enam orang karena dinyatakan negatif, sebelumnya tiga orang telah pulang.

Alwi Mujahit menjelaskan pada Minggu, 22 Maret 2020, pasien berstatus ODP berjumlah 496. Selang sehari menjadi 763 ODP.

Angka tersebut berdasarkan hasil tracing yang dilakukan Gugus Tugas. Tracing dilakukan kepada orang yang melakukan kontak dengan pasien positif virus Corona.

Jumlah ODP juga diketahui berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi yang dilakukan tim Dinas Kesehatan mulai provinsi sampai kabupaten dan kota.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona

Sumber : Tempo

Editor : Andya Dhyaksa
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top