Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wabah Corona: PMI Bersiap Garap Operasi Kemanusiaan Terbesar

Palang Merah Indonesia (PMI) telah mengerahkan sekitar 1.000 relawan terlatih untuk melakukan operasi kemanusiaan terkait dengan wabah virus corona.
Samdysara Saragih
Samdysara Saragih - Bisnis.com 21 Maret 2020  |  18:15 WIB
Petugas dari PMI Jakarta Pusat bersiap menyemprotkan disinfektan di dua menara Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Sabtu (21/3/2020). - Antara
Petugas dari PMI Jakarta Pusat bersiap menyemprotkan disinfektan di dua menara Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Sabtu (21/3/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Keterlibatan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam penanganan pandemi virus corona atau COVID-19 diyakini bakal menjadi operasi kemanusiaan terbesar dalam sejarah berdirinya perhimpunan tersebut.

“Pekerjaan ini besar sekali, bahkan lebih besar operasinya dibandingkan dengan tsunami 2004 di Aceh dan Nias,” kata Sekretaris Jenderal Palang Merah Indonesia (PMI) Sudirman Said dalam acara “Perspektif Indonesia: Gerakan Cepat Melawan Corona” di Jakarta, Sabtu (21/3/2020).

PMI, tutur Sudirman, sudah mengerahkan sekitar 1.000 relawan terlatih untuk melakukan operasi kemanusiaan. Kegiatan PMI diawali dengan edukasi kepada masyarakat ihwal cuci tangan, etika batuk, dan penyebarluasan penjarakan sosial (social distancing).

Selain itu, PMI turut melakukan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat umum. Selanjutnya, lembaga tersebut juga berancang-ancang membagikan 2 juta masker dan pembersih tangan kepada masyarakat.

“Dengan mandat yang kami punya, PMI ingin berkontribusi maksimal menggerakkan masyarakat terlibat dalam operasi penangananan virus corona,” ujar Sudirman.

Merujuk pada UU No. 1/2018 tentang Kepalangmerahan, salah satu tugas PMI adalah membantu penanganan musibah atau bencana di dalam dan luar negeri. Dalam melaksanakan tugas itu, PMI bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan maupun instansi pemerintah terkait.

Menyusul penetapan penyebaran virus corona sebagai pandemi oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), Presiden Joko Widodo telah membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ditetapkan sebagai sekretariat Gugus Tugas.

Sudirman Said mengajak seluruh pihak mengutamakan kemanusiaan dalam penanganan pandemi virus corona. Bukan saatnya, menurut dia, mengambil posisi berseberangan merespons langkah-langkah pelenyapan virus corona.

“Lupakan urusan politik dulu. Pesan Ketua Umum PMI [Jusuf Kalla] kita sudahi perdebatan dan melakukan apa pun yang kita bisa,” kata bekas Deputi Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias tersebut.

Sudirman pun menghargai inisiatif berbagai kalangan membantu penanganan virus corona. Salah satu bentuknya adalah komitmen pabrikan otomotif memberikan diskon pembelian truk dan mobil operasional PMI.

“Inilah waktunya membangun betul solidaritas nasional. Ini momentum yang baik,” tutur mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ini.

Adapun, hingga Sabtu (21/3/2020), sebanyak 450 orang di Indonesia positif terjangkit virus corona. Dari ratusan kasus, tercatat 38 orang meninggal dan 20 orang dinyatakan sembuh dari infeksi virus corona.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pmi Virus Corona
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top