Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Virus Corona Menghantui, Pintu Masjid Ditutup Rapat Sementara

Untuk memutus mata rantai virus corona (Covid-19), rumah ibadah menutup rapat pintu masjin sementara dan menghentikan ibadaha bersama.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 20 Maret 2020  |  20:47 WIB
Petugas melakukan penyemprotan cairan disinfektan di area Masjid Istiqlal di Jakarta, Jumat (13/3 - 2020).
Petugas melakukan penyemprotan cairan disinfektan di area Masjid Istiqlal di Jakarta, Jumat (13/3 - 2020).

Bisnis.com , JAKARTA - Penyebaran pandemi Covid-19 telah memaksa komite ulama tak hanya di Indonesia, tetapi di seluruh dunia untuk meniadakan ibadah di masjid baik shalat maupun kajian agama.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Kamis (19/3) mengumumkan peniadaan salat Jumat di masjid. Salat Jumat diganti dengan salat zuhur masing-masing. Keputusan ini mengikuti arahan presiden dan fatwa Majelis Ulama Indonesia yang memperbolehkan umat muslim mengganti salat Jumat dengan salat zuhur di rumah masing-masing.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) merilis Fatwa No/14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah COVID-19. Salah satu pasalnya menyebutkan bahwa orang yang telah terpapar virus corona, wajib menjaga dan mengisolasi diri agar tidak terjadi penularan kepada orang lain.

Orang tersebut juga dikatakan haram melakukan aktivitas ibadah sunnah (tidak wajib) yang membuka peluang terjadinya penularan, seperti jamaah salat lima waktu/ rawatib, Tarawih dan Ied di masjid atau tempat umum lainnya, serta menghadiri pengajian umum dan tabligh akbar.

Berdasarkan akun Instagram resmi Sahabat Istiqlal, mulai hari ini Jumat (20/3) Masjid Istiqlal tidak menyelenggarakan salat Jumat hingga pekan depan (20 Maret dan 27 Maret). Namun, masjid tetap buka bagi jemaah yang hendak menjalankan salat zuhur tanpa berjemaah.

Penangguhan tersebut juga diikuti dengan imbauan pengurus masjid dalam menutup pelayanan wisatawan asing untuk sementara waktu dan juga bagi peziarah dari daerah.

Adapun kegiatan kajian agama yang biasa dibanjiri oleh umat muslim pada akhir pekan di Masjid Nurul Iman di Blok M Square Jakarta Selatan, Masjid Agung Al Azhar Jakarta Selatan, Masjid Ash Shaff Bintaro, dan lainnya juga terpaksa diliburkan.

Terkait dengan fatwa MUI, Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta menilai bahwa agama mengajarkan untuk menjauhi bahaya, dan mengutamakan keselamatan. Baik keselamatan diri sendiri, maupun keselamatan orang lain.

Ma’ruf yang masih menjabat sebagai Ketua Umum MUI meminta masyarakat mematuhi fatwa MUI terkait dengan aturan ibadah salat jumat dan aktivitas keagamaan.

“Di dalam agama kan begitu. Jangan kamu buat dirimu dengan tanganmu membawa kehancuran. Kalau potensi penularan di dalam perjalanan atau di tempat mudik maka akan lebih baik menjaga diri dari kemungkinan penularan,” katanya Rabu (18/3).

Negara tetangga seperti Malaysia juga menerapkan hal yang sama. Dikutip dari kantor berita Bernama, Menteri urusan agama Zulkifli Mohamad Al-Bakri mengumumkan bahwa tidak ada salat Jumat hingga 2 pekan ke depan. Saat ini Malaysia mencatatkan 900 warga negaranya terjangkit virus corona. Dua di antaranya meninggal.

Sejumlah negara Timur Tengah juga sudah memutuskan untuk menangguhkan ibadah Jumat, di antaranya adalah Kuwait, Turki, Libanon, Irak, Mesir, Sudan, Nigeria, dan Yordania.

Dikutip dari twitter resmi Reasah Alharmain, Ketua Dewan Pimpinan Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Abdurrahman bin Abdul Aziz as-Sudais mendukung keputusan penghentian pelaksanaan ibadah Jumat bersama untuk mencegah tersebarnya Covid-19.

Dia menegaskan bahwa keputusan ini merefleksikan kemudahan syariat Islam, fikih komemporer dan tujuan syariat. Dengan demikian terdapat keselamatan bagi segenap jiwa dan pencegahan tersebarnya wabah di tengah masyarakat.

“Keputusan ini didukung kajian kedokteran terpercaya yang berkaitan dengan virus ini dan bahayanya yang tercermin dari cepatnya penularannya di antara manusia hingga mengancam jiwa mereka,” ujar As-Sudais.

Seperti diketahui dua masjid menutup aksesnya usai salat isya hingga sebelum subuh guna dilakukan sterilisasi dan pembersihan. Namun, sampai hari ini shalat Jumat tetap diselenggarakan di kedua masjid suci, meski dengan jemaah terbatas.

“Dalam meningkatkan tindakan, presiden, dan lembaga keamanan dan kesehatan menangguhkan kehadiran dan doa di dua masjid suci pada Jumat dan kami meminta semua orang untuk bekerja sama,” kata Juru bicara kepresidenan Saudi Kamis malam (19/3).

Arab Saudi mencatatkan jumlah jumlah kasus Covid-19 mencapai 274 jiwa. Dari 36 yang terinfeksi, terdapat 49 orang yang berada di Mekkah.

Tak hanya di negara muslim, Amerika Serikat pun menutup masjidnya. Lebih dari 8.700 warga Amerika harus dirawat di rumah sakit akibat Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

masjid Virus Corona
Editor : Novita Sari Simamora
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top