Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Trump Tolak Mentah-Mentah Permohonan Keringanan Tarif Impor

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak mentah-mentah permohonan banyak perusahaan untuk meringankan tarif impor di tengah suramnya kondisi ekonomi akibat wabah penyakit virus corona (Covid-19).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 19 Maret 2020  |  21:44 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) bersama Presiden China Xi Jinping dalam sebuah pertemuan di Beijing, China, Kamis (9/11/2017). - Reuters/Damir Sagolj
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) bersama Presiden China Xi Jinping dalam sebuah pertemuan di Beijing, China, Kamis (9/11/2017). - Reuters/Damir Sagolj

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak mentah-mentah permohonan banyak perusahaan untuk meringankan tarif impor di tengah suramnya kondisi ekonomi akibat wabah penyakit virus corona (Covid-19).    

Untuk yang kesekian kalinya, perusahaan-perusahaan Amerika dan para importir pada Rabu (18/3/2020) memohon kepada Trump agar memperkenankan adanya keringanan tarif.

Dibutuhkan waktu berpekan-pekan lamanya bagi banyak perusahaan untuk mendapatkan tanggapan atas potensi penurunan tarif tersebut seiring dengan meningkatnya ancaman wabah corona terhadap kelangsungan bisnis berskala kecil dan menengah yang tak terhitung jumlahnya.

Selama berpekan-pekan pula mereka harus menunggu pemerintahan Trump menyampaikan respons yang pasti. Sampai pada suatu hari, mereka akhirnya memperoleh jawaban langsung dari Trump.

"Tidak ada alasan untuk melakukan itu. Saya tidak bisa membayangkan warga Amerika memintanya [keringanan tarif],” ujar Trump pada Rabu (18/3), seperti dilansir Bloomberg.

Perdebatan tentang pengurangan tarif ataupun pemangkasan pajak, pada dasarnya, telah melayang di antara jajaran penasihat Trump dan pihak eksternal.  

Seruan untuk langkah tersebut telah meningkat dalam krisis merebaknya wabah corona karena Trump memiliki otoritas untuk memangkas tarif dengan segera.

Menurut satu estimasi, penangguhan tarif yang dikenakannya pada barang-barang China serta impor baja dan aluminium global akan memberi dorongan bagi ekonomi AS sebesar lebih dari US$75 miliar, atau 0,4 persen dari PDB AS, seperti dituliskan Americans for Free Trade dalam surat mereka.

Wendy Cutler, seorang mantan pejabat urusan perdagangan, mengatakan retorika memanas antara pejabat AS dan China dalam beberapa hari terakhir "tidak membantu dan tidak bertanggung jawab".

"Sekarang adalah waktunya bagi AS dan China untuk bekerja sama membantu seluruh dunia menavigasi melalui krisis ini. Mengurangi tarif akan menjadi langkah awal yang baik,” tutur Cutler.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Donald Trump

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top