Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ombudsman Kecam Penangkapan Pembuat Video 49 WNA China Masuk Kendari

Masuknya 49 WNA asal China ke Kendari berbuntut panjang. Kepolisian dianggap arogan dengan memidanakan pembuat video. Menurut sejumlah orang, video tersebut adalah fakta dan tak mengada-ada.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 Maret 2020  |  10:56 WIB
Penjaja makanan di Beijing China. Warga China menggunakan pembayaran digital untuk bertransaksi. - Bisnis.com/Lili Sunardi
Penjaja makanan di Beijing China. Warga China menggunakan pembayaran digital untuk bertransaksi. - Bisnis.com/Lili Sunardi

Bisnis.com, JAKARTA - Masuknya 49 Warga Negara Asing (WNA) asal China ke Kendari, Sulawasi Tenggara, baru-baru ini menjadi polemik. Seorang yang pertama kali merekam video dan mengunggahnya ke media sosial Twtter--lantas menjadi viral--sempat dibawa ke Polda Sulawesi Tenggara.

Komisioner Ombudsman Laode Ida, mengecam langkah Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara yang memidanakan orang yang menyebar video kedatangan TKA Cina di Bandara Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara.

Ia menilai langkah Kapolda itu merupakan wujud instrumen negara yang otoriter dan dikendalikan oleh pemodal asing. Serta tak mempedulikan ancaman pandemi Virus Corona.

"Sekali lagi, hal itu merupakan sikap dan kebijakan berwatak arogan, suatu ciri negara otoriter di mana para pejabatnya yang lebih cinta pemodal atau warga asing ketimbang keselamatan jiwa dari warganya sendiri," kata Laode, Senin (16/3/2020).

Laode mengatakan seharusnya pemerintah dan aparat penegak hukum melindungi Indonesia dari pandemi virus Corona. 

"Sebaliknya Indonesia malah masih tetap memberi karpet merah untuk para buruh asing dari China. Ini, sekali lagi, sangat aneh," kata Laode. Padahal, kata dia, negara tersebut merupakan salah satu episentrum corona.

Kedatangan TKA Cina itu, diketahui Laode dari video yang viral di masyarakat, yang menunjukkan adanya segerombolan orang di Bandara Haluoleo, Kendari. Saat dikonfirmasi, Laode mengatakan kejadian masuknya TKA China itu terjadi Sabtu pekan lalu di Kendari.

Para pekerja itu, kata Laode akan bekerja di smelter nikel milik PMA asal Cina yang ada di daratan Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah. Ia mengatakan telah mengkonfirmasi adanya kejadian ini. "Itu di kampung saya di Kendari. Dan penyebar videonya sekarang ditangkap oleh Polda Sultra. Bahwa peristiwa di video itu benar," kata Laode saat dikonfirmasi.

Kapolda Sulawesi Tenggara Brigadir Jenderal Merdisyam mengatakan video yang viral atas kedatangan tenaga kerja asing di Bandara Haluoleo, Kendari merupakan TKA yang baru kembali setelah memperpanjang visa dan kontrak kerja di Jakarta.

Namun, menurut sejumlah media yang mewawancarai Kantor Perwakilan Kemenkumham Sultra mengatakan bahwa 49 WNA tersebut berasal dari China yang sempat transit di Thailand.

Persoalan ini bahkan sempat menjadi trending topic Twitter wilayah Indonesia hingga Selasa (17/3/2020), pukul 11.00 WIB, dengan tagar (hastag) #CopotKapoldaSultra.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china WNA

Sumber : Tempo

Editor : Andya Dhyaksa
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top