Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Riwayat Perjalanan Pasien Virus Corona dari Bogor hingga Meninggal di Solo

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto mengonfirmasi hasil pemeriksaan pasien meninggal RSUD Moewardi Solo yang menunjukkan positif Covid-19.
Imam Yuda Saputra, Adib Muttaqin Asfar, Jafar Sodiq Assegaf
Imam Yuda Saputra, Adib Muttaqin Asfar, Jafar Sodiq Assegaf - Bisnis.com 13 Maret 2020  |  20:17 WIB
Petugas medis mengecek peralatan kesehatan saat berada di ruangan isolasi Rumah Sakit Zainal Umum Zainal Abidin, Banda Aceh, Aceh, Rabu (4/3/2020). Pemerintah Aceh menyediakan dua unit rumah sakit khusus , yakni Rumah Sakit Umum Zainal Abidin, Banda Aceh dan Rumah Sakit Cut Meutia, Lhokseumawe sebagai rujukan untuk penanganan pasien terinfeksi virus Corona. ANTARA FOTO - Ampelsa
Petugas medis mengecek peralatan kesehatan saat berada di ruangan isolasi Rumah Sakit Zainal Umum Zainal Abidin, Banda Aceh, Aceh, Rabu (4/3/2020). Pemerintah Aceh menyediakan dua unit rumah sakit khusus , yakni Rumah Sakit Umum Zainal Abidin, Banda Aceh dan Rumah Sakit Cut Meutia, Lhokseumawe sebagai rujukan untuk penanganan pasien terinfeksi virus Corona. ANTARA FOTO - Ampelsa

Bisnis.com, JAKARTA - Seorang pasien meninggal yang sempat dirawat di ruang isolasi RSUD Moewardi Solo dikonfirmasi positif Covid-19 virus corona.

Pasien positif corona Solo ini memiliki riwayat perjalanan dari Bogor, rumah sakit swasta, hingga diisolasi di RSUD Moewardi.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto mengonfirmasi hasil pemeriksaan pasien meninggal RSUD Moewardi Solo yang menunjukkan positif Covid-19.

Pasien yang meninggal adalah salah satu dari dua yang dirawat RSUD Moewardi Solo.

Dokter Spesialis Penyakit Paru RSUD Dr. Moewardi Solo, dr. Harsini, mengungkap pria itu  bersama pasien isolasi lain RSUD Moewardi Solo, tidak pernah dan tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri.

Namun, keduanya baru saja melakukan perjalanan ke Bogor, Jawa Barat (Jabar), untuk mengikuti sebuah seminar pada 25-28 Februari 2020.

Selepas pulang dari Bogor, kedua pasien ini sempat pulang ke kediaman masing-masing. Keduanya tinggal di dua daerah berbeda di Solo.

 “Tanggal 29, pasien mengalami pilek dan dirawat di rumah sakit. Pada Minggu [8/3/2020], pasien langsung dirujuk di RS Moewardi dan ditempatkan di ruang isolasi dengan status PDP [pasien dalam pengawasan]. Selasa, tanggal 10 [Maret], dia meninggal dunia,” ujar Harsini.

Awalnya, mereka masuk ke RS di sekitar Solo sebelum dirujuk ke RS Dr Moewardi. Meski demikian, kedua pasien suspect corona RSUD Moewardi tersebut tidak punya riwayat perjalanan ke luar negeri.

Sedangkan terkait riwayat kontak mereka dengan penderita virus corona, Dinas Kesehatan belum mendapatkan data.

Harsini menambahkan pihak RSUD Moewardi langsung melakukan penanganan sesuai prosedur terhadap pasien yang meninggal tersebut.

Selain dilakukan swab tenggorokan, pihak rumah sakit juga melakukan pemulasaran jenazah sesuai dengan protokol penangganan pasien suspect virus corona.

 “Untuk jenazah pasien juga kita bungkus plastik saat diserahkan ke keluarga. Kita lakukan penanganan seperti itu, karena belum mengetahui penyebab pasien meninggal,” ujarnya.

Kepala Subbag Hukum dan Humas RSUD Moewardi, Eko Haryati, menjelaskan menerima dua pasien yang mengalami gejala mirip virus corona di Solo pada Minggu malam dari rujukan salah satu rumah sakit.

Satu pasien datang sendiri ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) bersama keluarga. Mereka merupakan warga Solo yang berusia sekitar 60 tahun.

“Mereka enggak ada hubungan keluarga atau kerabat. Kondisi pasien saat tiba di rumah sakit baik. Satu datang sendiri dan satu merupakan rujukan dari rumah sakit,” katanya kepada Solopos.com.

Eko menjelaskan, kedua pasien merasa badannya panas setelah melakukan perjalanan luar kota.

Petugas medis melakukan swab tenggorokan pasien pada Minggu malam dan mengirim sampel kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kementerian Kesehatan, Senin (9/3/2020).

 “Untuk kontak dengan pasien lain kami tidak tahu. Pasien tidak memiliki riwayat perjalan ke luar negeri. Para pasien hanya melakukan perjalanan dari luar kota. Pasien rujukan langsung menuju Anggrek I dan pasien datang melalui ruang isolasi IGD baru ke Anggrek I,” katanya.

Seperti diketahui, sebelum diumumkan ada positif corona, Pemkot Solo, lewat DKK sudah langsung melacak riwayat perjalanan pasien. DKK menelusuri dua Kelurahan di Solo.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pasien Virus Corona

Sumber : Solopos

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top