Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Turki dan Rusia Sepakati Gencatan Senjata di Idlib, Suriah

Erdogan dan Putin kemarin mengumumkan gencatan senjata militer di Idlib. Sebelumnya mereka bertemu selama enam jam di Moskow.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 06 Maret 2020  |  09:53 WIB
Ilustrasi-Warga Suriah berada di dekat puing bangunan setelah terjadi serangan udara di Maarrat Misrin, Idlib 25 Februari 2020/Bloomberg-Abdulaziz Ketaz - AFP via Getty Images
Ilustrasi-Warga Suriah berada di dekat puing bangunan setelah terjadi serangan udara di Maarrat Misrin, Idlib 25 Februari 2020/Bloomberg-Abdulaziz Ketaz - AFP via Getty Images

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan mitranya dari Rusia Vladimir Putin kemarin mengumumkan gencatan senjata militer di Idlib setelah pertemuan selama enam jam di Moskow.

Idlib, basis pertahanan kubu pemberontak terakhir di Suriah, telah mengalami peningkatan kekerasan dan pertumpahan darah sejak Desember tahu lalu. Kekerasan berawal dari serangan pasukan Pemerintah Suriah yang didukung Rusia untuk mendapatkan kembali kendali atas wilayah tersebut.

"Pada pukul 00.01 malam ini, gencatan senjata akan diberlakukan," kata Erdogan kepada wartawan seperti dikutip Aljazeera.com, Jumat (6/3/2020).

Para pejuang yang didukung Turki merebut kembali kota utama di Idlib, Suriah. Idlib menjadi kota hantu ketika ratusan ribu orang melarikan diri.

Erdogan menambahkan bahwa Turki, yang telah mengirim ribuan tentara ke Idlib untuk mengusir tentara Suriah, tidak akan "diam" jika pasukan pemerintah Suriah melanjutkan serangan. Dia memastikan Ankara akan membalas setiap serangan dengan kekuatan penuh.

Putin mengatakan Rusia tidak selalu setuju dengan Turki, tetapi berharap kesepakatan itu akan berfungsi sebagai "dasar yang baik untuk mengakhiri pertempuran di zona de-eskalasi Idlib. Hal itu akan mengakhiri penderitaan para penduduk sipil dan krisis kemanusiaan yang berkembang.

Sebelumnya sebuah pesawat tempur milik tentara Turki, Turkish Fighter, menembak jatuh pesawat militer Suriah, di provinsi Idlib, Suriah Barat Laut.

Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (HAM) peristiwa itu terjadi Selasa lalu waktu setempat seperti dikutip CNBC.com. Pesawat Suriah itu sudah ditarget dan pada Minggu Turki juga menembak dua pesawat militer Suriah.

Desember lalu, lebih dari 300 warga sipil, termasuk setidaknya 100 anak-anak, tewas di Idlib.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

suriah rusia turki
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top