Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Polemik Sitti Hikmawatty, PDIP Minta Perketat Tes Komisioner KPAI

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ihsan Yunus menilai komentar salah satu Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terkait hamil di kolam renang perlu menjadi pelajaran .
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 24 Februari 2020  |  23:40 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ihsan Yunus menilai komentar salah satu Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terkait hamil di kolam renang perlu menjadi pelajaran .

Seperti diketahui, Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty yang menyebut wanita bisa hamil di kolam renang apabila ada seorang pria yang mengeluarkan sperma, viral dan disoroti media asing.

Oleh sebab itu, politisi PDI Perjuangan ini menyarankan ke depannya DPR harus menjadikan ini catatan dan mengambil sikap tegas.

"Kami anggap masalah tersebut sebagai catatan penting, sangat penting malah, untuk DPR mengambil sikap tegas. Komisioner KPAI harus bisa menampilkan wajah profesionalitas yang tercermin dari apa yang mereka sampaikan," ucap Ihsan Yunus dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Senin (24/02/2020).

Ihsan pun menyampaikan bahwa setelah ini Komisi VIII akan memperketat proses pemilihan Komisioner KPAI mendatang sebagai konsekuensi dari polemik ini.

"Komisi VIII akan memperketat proses seleksi Komisioner mendatang. Terutama Fit and Proper Test akan kami perketat," ungkapnya.

"Akan kami dalami sampai ke hal-hal mendasar seperti basis keilmuan maupun teknis manajerial mereka dalam meng-handle suatu tugas. Outputnya biar tidak muncul lagi masalah seperti ini," tambahnya.

Ihsan juga berharap masalah ini menjadi masalah terakhir dan tidak terulang kembali oleh seorang perwakilan lembaga negara lainnya, sebab telah menjadi sorotan sampai ke luar negeri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kpai
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top