Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Virus Corona Batalkan Acara Cosplay Terbesar di Osaka

Acara tahunan Nipponbashi Street Festa urung dilaksanakan karena kekhawatiran atas dampak wabah virus Corona.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 23 Februari 2020  |  15:10 WIB
Seorang petugas medis menangani pasien yang terduga terkena virus corona di Zhongnan Hospital of Wuhan University, Wuhan, China, Jumat (24/1/2020). - Antara
Seorang petugas medis menangani pasien yang terduga terkena virus corona di Zhongnan Hospital of Wuhan University, Wuhan, China, Jumat (24/1/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Festival tahunan costume and play atau Cosplay di Osaka Jepang terpaksa batal digelar akibat wabah virus Corona.

Menurut Tempo.co, Nipponbashi Street Festa yang berlangsung setiap tahun terpaksa urung diadakan pada Minggu, 15 Maret 2020. Acara Cosplay yang merupakan singkatan dari costume and play ini batal karena khawatir wabah virus Corona atau COVID-19.

Mengutip SoraNews 24, saban tahun acara Cosplay tersebut mampu menyedot lebih dari 200 ribu orang ke kawasan Den Den Town. "Kami sangat sedih karena semua orang telah menanti dan ingin hadir sebagai penonton atau peserta cosplay," kata penyelenggara Nipponbashi Street Festa melalui pernyataan resmi seperti dikutip Tempo.co, Minggu (23/2/2020).

Panitia meminta agar para penggemar Cosplay memahami situasi darurat yang terjadi saat ini karena virus corona. "Kami juga tidak akan menjadwalkan ulang acara tersebut di tahun ini," tulis penyelenggara.

Pemerintah Jepang menemukan peningkatan jumlah kasus virus Corona dengan kematian pertama di Prefektur Kanagawa, pekan lalu. Kekhawatiran ihwal virus Corona terkait Nipponbashi Street Festa disebabkan dalam acara itu banyak orang berkumpul saling berdekatan dalam waktu lama.

Nipponbashi Street Festa juga tidak diadakan di dalam gedung atau tempat konvensi, melainkan di berbagai jalan Den Den Town, sebagai pusat pertemuan terbesar untuk para penggemar anime dan manga. Suasana semacam itu menimbulkan kemungkinan yang lebih besar untuk penularan virus, seandainya ada pengunjung yang datang dalam keadaan terinfeksi.

Kondisi yang menambah kekhawatiran terkait wabah virus Corona adalah bulan Maret merupakan puncak musim demam serbuk bunga aras (cedar) di Jepang. Hal itu berpotensi memicu alergi sampai demam karena proses penyerbukan. Terlebih stok masker pun sedang minim karena banyak dicari dalam musim tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona jepang

Sumber : Tempo.co

Editor : Saeno
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top