Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wali Nanggroe Aceh Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

Malik Mahmud dalam pertemuan itu mengatakan implementasi MoU Helsinki belum sepenuhnya terealisasi hingga kini. Padahal kesempatan itu sesuai dengan perjanjian damai antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah Indonesia 15 Agustus 2005.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 19 Februari 2020  |  19:27 WIB
Wali Nanggroe Aceh Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki
Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman (tengah) berdialog dengan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) saat mengikuti doa bersama jelang Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional (UN) di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Senin (8/4/2019). Doa bersama dan zikir yang diikuti para pelajar dari seluruh SMP di kota Banda Aceh itu untuk menguatkan mental dan spiritual siswa dalam menghadapi USBN dan UN tahun pelajaran 2018/2019. - ANTARA FOTO/Irwansyah Putra.

Bisnis.com, JAKARTA - Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar, bertemu Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket di Jakarta, Rabu (19/2/2020). Pertemuan itu membahas tentang MoU Helsinki yang nilai belum terealisasi penuh. 

Malik Mahmud dalam pertemuan itu mengatakan implementasi MoU Helsinki belum sepenuhnya terealisasi hingga kini. Padahal kesempatan itu sesuai dengan perjanjian damai antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah Indonesia 15 Agustus 2005. 

"Ada beberapa poin yang belum terlaksanakan. Saya beberapa waktu lalu berjumpa Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), membahas tentang MoU Helsinki dan respon Presiden sangat bagus," ujar di Kedubes Uni Eropa, Jakarta, melalui keterangan resmi, Rabu (19/02/2020).

Presiden Jokowi kata dia, berharap poin-poin yang belum terselesaikan dapat segera diselesaikan, terutama terkait butir MoU bendera dan lambang Aceh. "Presiden meminta waktu tiga bulan," ujar Wali Nanggroe.” 

Menurutnya, harus diakui bahwa pertumbuhan ekonomi Aceh terpuruk saat konflik yang berkepanjangan. Namun, setelah perjanjian damai, pihaknya berkeinginan untuk menjadikan Aceh sebagai salah satu daerah investor bagi siapa pun. "Karena kondisi Aceh sekarang sudah aman," sebutnya. 

Pada pertemuan itu, Wali Nanggore mengundang Dubes Uni Eropa untuk berkunjung ke Aceh, agar dapat melihat langsung perkembangan Bumi Serambi Makkah itu beserta potensi investasi yang ada di sana. "Direncanakan Dubes akan datang pada tanggal 2 Maret 2020,” katanya. 

Sementara itu, Dubes Uni Eropa Vincent Piket menyambut baik pertemuan tersebut. Hasil pertemuan kata dia akan dilaporkan ke pimpinan di negaranya.

"Karena saya masih baru sebagai Dubes, saya belum terlalu agresif. Namun saya akan laporkan ke pimpinan di negara saya, apa yang saya dapatkan hari ini. Karena ini sesuatu yang sensitif," ujar Vincent. Dia menyebut akan mencari investor untuk Aceh agar mau berinvestasi di provinsi paling barat Sumatera itu.

Dalam pertemuan Wali Nanggroe didampingi Ketua Partai Aceh / Komite Peralihan Aceh Muzakir Manaf, Ketua DPR Aceh Dahlan Djamaluddin, Wakil Ketua KPA Kamaruddin Abubakar, Bupati Pidie Jaya Aiyub Abbas, Ketua KPA wilayah Bireuen, Darwis Djeunib, Juru Bicara KPA Azhari Cage dan Staf Khusus Wali Nanggroe Muhammad Raviq.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

aceh
Editor : Andya Dhyaksa

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top