Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Laporan dari Belanda: Negeri Kincir Angin Minati Investasi di Ibu Kota Baru

Menteri Luar Negeri Belanda Stef Blok mengatakan proyek pembangunan Ibu Kota baru di Tanah Borneo membuka potensi pembangunan dengan pendekatan ekologi.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 18 Februari 2020  |  21:08 WIB
Menteri Luar Negeri Belanda, Stef Blok saat berdiskusi dengan jurnalis asal Indonesia di kantornya, The Hague, Belanda, Selasa (18/2/2020). - Bisnis / Duwi Setiya Ariyanti
Menteri Luar Negeri Belanda, Stef Blok saat berdiskusi dengan jurnalis asal Indonesia di kantornya, The Hague, Belanda, Selasa (18/2/2020). - Bisnis / Duwi Setiya Ariyanti

Bisnis.com, AMSTERDAM - Belanda menyatakan minatnya untuk turut menanamkan modal dalam pembangunan Ibu Kota baru.

Menteri Luar Negeri Belanda Stef Blok mengatakan proyek pembangunan Ibu Kota baru di Tanah Borneo membuka potensi pembangunan dengan pendekatan ekologi. 

Pembangunan berkelanjutan, katanya, bisa menjadi pendekatan untuk membangun Ibu Kota baru sehingga mampu mengantisipasi masalah daya dukung lingkungan seperti yang telah dilakukan di Belanda.

Beberapa bidang yang bisa dikembangkan pula yakni penanganan air dan penerapan energi hijau. Dalam kunjungannya, dia menyebut sektor tersebut menarik bagi para investor asal Negeri Kincir Angin.

"Perusahaan swasta akan tertarik selama kunjungan kami. Itu pastinya akan menarik" ujarnya saat jumpa pers di kantornya, Selasa (18/2/2020).

Dari data realisasi investasi yang dirilis Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), hingga Desember 2019, realisasi investasi asal Belanda sebesar US$2,56 miliar atau berkontribusi sebesar 9,2 persen melalui 1.345 proyek terhadap total investasi.

Adapun, negara dengan realisasi investasi tertinggi berasal dari Singapura yakni US$6,51 miliar atau 23,1 persen dari 7.020 proyek. Kemudian, China dengan US$4,74 miliar atau 16,8 persen dari 2.130 proyek serta Jepang dengan US$4,31 miliar atau menyumbang 15,3 persen dari 3.835 proyek.

Kesempatan mempererat hubungan kedua negara akan dibahas dalam kunjungannya ke Indonesia. Pada Maret 2020 lima menteri, Raja Willem-Alexander, Ratu Maxima beserta 130 perwakilan perusahaan asal Negeri Tulip bakal datang ke Tanah Air guna membicarakan prospek perdagangan dan investasi.

"Dalam kunjungan, secara total ada lima menteri dan 130 perusahaan asal Belanda, raja dan ratu," katanya.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sebelumnya menyebutkan perincian sumber pembiayaan pemindahan ibu kota.

Dari kebutuhan biaya senilai Rp486 triliun, pembiayaan dengan skema kerja sama pemerintah-badan usaha (KPBU) direncanakan Rp265,2 triliun (54,6 persen), APBN Rp93,5 triliun (19,2 persen) dan swasta Rp127,3 triliun (26,2 persen).

Bappenas menyebutkan dana KPBU akan digunakan untuk membangun a.l. gedung eksekutif, legislatif, dan yudikatif; pembangunan infrastruktur utama; sarana pendidikan dan kesehatan; museum dan lembaga pemasyarakatan; serta sarana dan prasarana penunjang.

Sementara itu, APBN akan digunakan untuk membangun a.l. infrastruktur pelayanan dasar, pembangunan istana negara dan bangunan strategis TNI/Polri, rumah dinas ASN/TNI/Polri, pengadaan lahan, ruang terbuka hijau, dan pangkalan militer.

Adapun, swasta akan membangun perumahan umum, pembangunan perguruan tinggi, science-techno park, peningkatan bandara, pelabuhan dan jalan tol, sarana kesehatan, shopping mall, dan fasilitas meeting, incentive, conference, and exhibition (MICE).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

belanda Ibu Kota Dipindah
Editor : M. Taufikul Basari
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top