Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lebih dari 10.000 Pasien Virus Corona di China Sembuh

Jumlah kematian akibat wabah virus corona naik menjadi 1.770 jiwa hingga Senin (17/2/2020).
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 17 Februari 2020  |  10:32 WIB
Seorang perawat menunjukan fasilitas pendukung ruangan isolasi untuk mengantisipasi virus corona di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP), Dr.M.Djamil, Padang, Sumatera Barat, Selasa (28/1/2020). RSUP Dr M Djamil Padang menyiapkan dua ruang isolasi dan fasilitas pendukung lain untuk menangani pasien yang terkena virus corona dan penyakit infeksi menular lainnya. ANTARA FOTO - Iggoy el Fitra
Seorang perawat menunjukan fasilitas pendukung ruangan isolasi untuk mengantisipasi virus corona di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP), Dr.M.Djamil, Padang, Sumatera Barat, Selasa (28/1/2020). RSUP Dr M Djamil Padang menyiapkan dua ruang isolasi dan fasilitas pendukung lain untuk menangani pasien yang terkena virus corona dan penyakit infeksi menular lainnya. ANTARA FOTO - Iggoy el Fitra

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) mencatat hingga Senin (17/2/2020), sebanyak 10.844 pasien yang terinfeksi virus corona (Covid-19) telah diperbolehkan keluar dari rumah sakit setelah menjalani proses pemulihan.

Mengutip kantor berita China, Xinhua, NHC melaporkan ada 1.425 orang yang keluar dari rumah sakit usai pemulihan pada Minggu (16/2/2020).

Sedangkan jumlah kematian akibat wabah virus corona naik menjadi 1.770 jiwa hingga Senin (17/2/2020). Secara keseluruhan kasus terkonfirmasi virus corona di China telah mencapai 70.548 kasus.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyatakan keyakinannya pada upaya China untuk memerangi wabah Covid-19.

"Langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah China adalah upaya besar dan kami sangat yakin bahwa upaya itu akan memungkinkan pengurangan penyakit secara progresif," ujar Guterres kepada Xinhua dalam konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi pada Minggu (16/2/2020).

Menyoroti tantangan besar yang ditimbulkan oleh wabah coronavirus, dia mengatakan bahwa selalu sulit untuk memiliki solusi cepat, namun menurutnya China telah membuat respons yang sangat kuat dan sangat mengesankan.

Dilansir dari Bloomberg, Taiwan melaporkan kematian pertama akibat virus korona pada Minggu (16/2/2020) dan melaporkan penambahan dua kasus baru. Sehingga total kasus virus corona yang terkonfirmasi di Taiwan menjadi 20.

Centers for Disease Control (CDC) Taiwan menyatakan korban meninggal pertama tersebut merupakan pria berusia 60-an. Dia memiliki riwayat hepatitis B dan diabetes. Pria itu pergi ke rumah sakit pada 3 Februari dengan sesak napas dan meninggal karena pneumonia dan sepsis pada 15 Februari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china virus corona
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top