India Buka Lebar Keran Investasi Asing ke Surat Berharga Negara

Menteri Keuangan Nirmala Sitharaman mengumumkan rencana itu ketika pemerintah mendorong pinjaman sebesar 7,8 triliun rupee atau US$109 miliar.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 11 Februari 2020  |  20:35 WIB
India Buka Lebar Keran Investasi Asing ke Surat Berharga Negara
Ilustrasi Kota India

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah India akan menghapus batasan investasi asing dalam beberapa obligasi negara guna mengenjot aliran dana masuk ke negeri tersebut. Hal ini sebagai upayanya untuk masuk dalam indeks obligasi global.

Menteri Keuangan Nirmala Sitharaman mengumumkan rencana itu ketika pemerintah mendorong pinjaman sebesar 7,8 triliun rupee atau US$109 miliar. Negeri Bollywood tersebut membutuhkan dana sebesar itu untuk menutup defisit anggaran dan defisit neraca berjalan.

Selama ini, investor luar negeri memegang kurang dari 4 persen dari hampir 60 triliun rupee (US$842 miliar) obligasi negara yang diterbitkan India. Pemerintah kemudian menetapkan batas 6 persen pada kepemilikan asing.

Penasihat Ekonomi Krishnamurthy Subramanian mengatakan upaya mengeluarkan utang baru tanpa batasan investasi asing akan menjadi langkah penting pertama dalam usaha India untuk melantai di indeks global. Administrasi negara itu akan memenuhi persyaratan lain pada tahun fiskal yang dimulai 1 April 2020.

India diperkirakan menjual obligasi senilai US$5 miliar tanpa batasan investasi asing. Sementara itu, obligasi negara telah mengalami penurunan sejak pengumuman pencabutan batas investasi. Imbal hasil obligasi 10-tahun turun 14 basis poin menjadi 6,46 persen pada Selasa. Keputusan bank sentral untuk melakukan operasi repo jangka panjang juga berkontribusi pada keuntungan.

"Ada triliunan dolar yang secara pasif melacak indeks global ini, dan bahkan sejumlah kecil bobot yang diperoleh obligasi India di dalamnya akan membawa seluruh pasokan modal," kata Subramanian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
india

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top