Korban Meninggal akibat Virus Corona Hampir Tembus 1.000 Jiwa

Jumlah kasus virus corona yang dikonfirmasi di China daratan naik 3.062, sehingga jumlah totalnya menjadi 40.171.  Sementara itu, dua kematian tercatat di luar China daratan, satu di Hong Kong dan satu lagi di Filipina.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 10 Februari 2020  |  20:29 WIB
Korban Meninggal akibat Virus Corona Hampir Tembus 1.000 Jiwa
Sejumlah warga memakai masker saat berjalan menuju stasiun bawah tanah kereta subway di Kota Beijing, China, Selasa (21/1/2020). Wabah virus corona seperti Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), yang menyebar di China dan mencapai tiga negara Asia lainnya, disebut-sebut bisa menular dari manusia ke manusia. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Korban tewas akibat wabah virus corona mencapai 910 jiwa, hingga Senin (10/2/2020). Angka ini lebih tinggi dari korban akibat epidemi SARS pasa 2003.

Menurut pernyataan dari Komisi Kesehatan Nasional, sekitar 871 dari kematian itu terjadi di Provinsi Hubei dengan ibu kota Wuhan, pusat penyebaran virus.

Dilansir Bloomberg, jumlah kasus virus corona yang dikonfirmasi di China daratan naik 3.062, sehingga jumlah totalnya menjadi 40.171.  Sementara itu, dua kematian tercatat di luar China daratan, satu di Hong Kong dan satu lagi di Filipina.

Sementara itu, di Jepang jumlah individu terinfeksi yang dikarantina di kapal pesiar juga meningkat hampir dua kali lipat menjadi 136, angka terbesar di luar China.Secara global, 40.614 telah terinfeksi sejauh ini. Capital Economics memperingatkan pertumbuhan global bisa terhenti.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan ada kasus virus corona yang menyebar dari orang-orang yang tidak memiliki riwayat perjalanan ke China.

"Deteksi sejumlah kecil kasus dapat mengindikasikan penularan yang lebih luas di negara lain," katanya melalui akun Twitter-nya.

Dia meminta negara-negara untuk meningkatkan upaya untuk mempersiapkan kemungkinan kedatangan virus corona.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
virus corona

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top