400 Bencana Alam Terjang Indonesia Hingga Februari 2020

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 400 bencana terjadi sepanjang 2020 hingga pekan ketiga Februari 2020.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 10 Februari 2020  |  16:37 WIB
400 Bencana Alam Terjang Indonesia Hingga Februari 2020
Petugas kepolisian mengatur lalu lintas saat terjadinya genangan air di Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/2/2020). - ANTARA / Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sekitar 455 bencana terjadi sepanjang 2020 hingga pekan ketiga Februari 2020.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo mengatakan bencana hidrometeorologi dominan terjadi dan mengakibatkan korban meninggal dunia 94 orang serta 2 orang hilang.

Dia menuturkan, bencana hidrometeorologi yang dominan tersebut terbagi atas banjir 171 kejadian, 155 kali puting beliung, 98 tanah longsor dan dua kali terjadi abrasi atau gelombang pasang. 

“Dari sejumlah kejadian ini, banjir merupakan peristiwa yang paling banyak mengakibatkan korban meninggal dunia, yaitu 86 orang, disusul tanah longsor 5 orang dan 3 orang akibat puting beliung,” katanya melalui keterangan resmi, Senin (10/2/2020).

Dia menyebut bencana banjir memberikan dampak paling besar dibandingkan bencana lain. Distribusi jenis kejadian bencana selain bencana hidrometeorologi yaitu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 28 kejadian dan gempa bumi 1. 

Adapun total jumlah kejadian bencana sepanjang awal tahun Januari hingga pekan ketiga Februari 2020 berjumlah 455 kejadian. 

Selain berdampak pada korban jiwa, sejumlah kejadian bencana mengakibakan kerusakan infrastruktur seperti tempat tinggal dan fasilitas lain, seperti pendidikan, kesehatan, perkantoran dan jembatan.

Dari kejadian itu, jumlah total rumah rusak dengan kategori rusak berat mencapai 2.512 unit, rusak sedang 1,725 dan rusak ringan 6.707. 

Sedangkan kerusakan infrastruktur juga terjadi diantaranya 142 fasilitas pendidikan, peribadatan 121, perkantoran 47 dan 11 fasilitas kesehatan. Dari total kerusakan ini, hanya 5 rumah dengan kategori rusak ringan disebabkan karena gempa bumi, sedangkan sisanya disebabkan bencana hidrometeorologi.  

“Sebanyak 994.932 orang tercatat menderita dan mengungsi akibat bencana. Tiga wilayah provinsi dengan jumlah bencana tinggi yaitu Jawa Tengah 119 kejadian, Jawa Barat 72 dan  Jawa Timur 69 peristiwa,” terangnya.

Sementara itu, BMKG merilis pada 8 Februari 2020 lalu bahwa berdasarkan analisis spasial distribusi curah hujan, perkembangan musim hujan hingga akhir Januari 2020, 99 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan sedangkan 1% wilayah masih mengalami musim kemarau. 

Beberapa wilayah yang sudah memasuki musim hujan meliputi Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Bali, NTB, sebagian NTT, Pulau Kalimantan, sebagian besar Sulawesi Utara, Gorontalo, sebagian Sulawesi Tengah, sebagian besar Sulawesi Barat, sebagian besar Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua. 

BMKG juga merilis prakiraan curah hujan harian dengan intensitas sedang hingga lebat pada periode hingga 13 Februari 2020 berpotensi terjadi di wilayah Aceh, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siap siaga terhadap potensi ancaman bahaya, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang maupun petir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bencana alam

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top