Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wabah Virus Corona: Satu Penderita Meninggal di Hong Kong

Korban meninggal dunia akibat wabah virus Corona bertambah. Hong Kong melaporkan satu penderita tak tertolong jiwanya dan menambah jumlah korban meninggal di luar China menjadi kasus kedua.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 04 Februari 2020  |  15:57 WIB
Pekerja medis mengangkut seorang pasien yang diyakini terjangkir virus corona di Hong Kong, China. -  Justin Chin / Bloomberg
Pekerja medis mengangkut seorang pasien yang diyakini terjangkir virus corona di Hong Kong, China. - Justin Chin / Bloomberg

Bisnis.com, HONG KONG - Korban meninggal dunia akibat wabah virus Corona bertambah. Hong Kong melaporkan satu penderita tak tertolong jiwanya dan menambah jumlah korban meninggal di luar China menjadi kasus kedua.

Kasus kematian penderita yang terinfeksi virus Corona itu dilaporkan pihak Hong Kong, Selasa (4/2/2020). Ini merupakan kasus kematian pertama akibat virus corona baru di Hong Kong dan merupakan kasus kematian kedua di luar China.

Kematian di Hong Kong itu membuat total jumlah korban jiwa, yang dilaporkan hingga Selasa, menjadi 427 orang.

Jumlah itu termasuk seorang pria yang meninggal di Filipina pekan lalu setelah ia berkunjung ke Wuhan, kota di China tengah yang menjadi pusat wabah.

Otoritas China, Selasa, mengatakan bahwa jumlah warga di China yang meninggal meningkat sebanyak 64 orang dari sehari sebelumnya sehingga total korban jiwa menjadi 425 orang. Sebagian besar dari korban itu meninggal di Hubei, provinsi yang diblokade dan beribu kota Wuhan.

Di Hong Kong, staf rumah sakit mengatakan bahwa pria berusia 39 tahun yang meninggal itu sebelumnya punya masalah kesehatan kronis. Pria tersebut diketahui berkunjung ke Wuhan pada Januari dan kemudian jatuh sakit.

Sementara itu, ratusan petugas medis di bekas koloni Inggris itu melancarkan pemogokan hari kedua untuk menekan pemerintah menutup seluruh perbatasan kota itu dengan China daratan.

Pemogokan dilakukan satu hari setelah Pemimpin Hong Kong Carrie Lam masih membuka tiga pos pemeriksaan terakhir.

"Kami bukan ingin mengancam pemerintah, kami hanya ingin mencegah wabah ini," kata Cheng, perawat berusia 26 tahun, di antara para peserta pemogokan.

Kota pusat keuangan Asia itu telah memastikan ada 15 orang tertular virus tersebut. Jaringan rumah sakit umum berjibaku menangani para pasien, yang membanjiri rumah sakit, serta menjalankan langkah untuk menghadang wabah.

Hong Kong didera kondisi parah akibat Sindrom Pernapasan Akut Berat (SARS), virus corona lainnya yang muncul dari China pada 2002. Penyakit itu menewaskan hampir 800 orang di seluruh dunia. Data WHO menunjukkan bahwa SARS pada saat itu membunuh 299 orang di Hong Kong.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hong kong virus corona

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top