Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Antisipasi Virus Corona, Ada 8 Tahap Sterilisasi Pesawat Batik Air Pasca Evakuasi WNI

Langkah-langkah mitigasi yang akan dilakukan pemerintah pasca pesawat itu digunakan untuk evakuasi dengan melaksanakan prosedur yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 02 Februari 2020  |  16:55 WIB
Pesawat Airbus 330-300 yang digunakan untuk mengangkut 250 WNI dari Wuhan. Tangerang, Sabtu (1/2). JIBI - Bisnis/Leo Dwi Jatmiko
Pesawat Airbus 330-300 yang digunakan untuk mengangkut 250 WNI dari Wuhan. Tangerang, Sabtu (1/2). JIBI - Bisnis/Leo Dwi Jatmiko

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengawasi pelaksanaan mitigasi pesawat yang telah kembali di Indonesia, setelah melakukan misi kemanusian untuk mengevakuasi warga negara Indonesia yang berada di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto menjelaskan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan melakukan pengawasan terkait dengan proses mitigasi pesawat yang membawa warga negara Indonesia dari kota Wuhan tersebut.

"Kami akan mengawasi proses mitigasi pesawat agar bersih dari kuman virus Corona," jelasnya dalam keterangan resmi, Minggu (2/2/2020).

Seperti diketahui evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China, menggunakan pesawat Batik Air, Lion Air Group, jenis Airbus A330-300. Pesawat itu mengangkut 243 orang, perinciannya 237 WNI, lima anggota Tim Aju Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing, dan ada satu warga negara asing (WNA) suami dari salah satu WNI. 

Adapun, langkah-langkah mitigasi yang akan dilakukan pemerintah pasca pesawat itu digunakan untuk evakuasi dengan melaksanakan prosedur yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, yaitu :

1. Pesawat diparkir pada area yang berjauhan dengan pesawat yang lain (isolated area).

2. Pesawat dalam kondisi kosong (tanpa kru dan penumpang), hanya ada petugas yang akan melakukan kegiatan disinfeksi/dekontaminasi, dan petugas menggunakan alat pelindung diri lengkap.

3. Bagian pesawat utama yang akan dilakukan disinfeksi adalah kabin dan kargo/bagasi.

4. Setelah semua petugas dan peralatan disiapkan maka dilakukan kegiatan disinfeksi dengan menggunakan dry fogger yang diisi dengan bahan disinfektan khusus (netbiokem).

5. Butiran uap dari alat fogger tersebut diharapkan dapat melingkupi (cover) seluruh area yang ada dalam kabin dan bagian kargo.

6. Setelah itu diamkan selama minimal 10 menit (contact time minimal).

7. Setelah contact time berakhir, maka pada area (tempat duduk) yang ditempati penumpang terjangkit atau terpapar dilakukan usapan dengan menggunakan lap pendekontaminasi kering (fibertect) untuk memastikan bebas dari residu hama/kuman.

8. Pada bagian permukaan luar pesawat dilakukan disinfeksi dengan penyemprotan (menggunakan sprayer).

Novie juga menyampaikan bahwa bila semua prosedur dilaksanakan dengan baik maka diharapkan pesawat sudah dianggap bebas dari kuman virus Corona.

"Dan setelah pesawat dinyatakan bebas dari virus Corona oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan, barulah pesawat ditarik ke hanggar untuk dilakukan perawatan lebih lanjut ," katanya.

Kemenhub akan terus bekerja sama dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan bahwa proses evakuasi berjalan dengan baik dan terus memastikan penerbangan yang selamat, aman, dan nyaman. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batik air virus corona
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top