RS Khusus Pasien Virus Corona Dibangun Hanya 10 Hari, Ini Isinya

Otoritas China bagai ‘dikejar-kejar’ waktu untuk membangun dua rumah sakit baru, yaitu Rumah Sakit (RS) Huoshenshan dan Leishenshan di kota Wuhan, dalam hitungan hari.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 31 Januari 2020  |  16:55 WIB
Loading the player ...
Pembangunan RS Huoshenshan di Wuhan, China - Youtube/New China TV

Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas China bagai ‘dikejar-kejar’ waktu untuk membangun dua rumah sakit baru, yaitu Rumah Sakit (RS) Huoshenshan dan Leishenshan di kota Wuhan, dalam hitungan hari.

Bagaimana tidak, sedikitnya 213 orang meninggal dan lebih dari 9.000 orang terinfeksi hingga Jumat (31/1/2020) pagi sejak wabah virus corona jenis baru (novel coronavirus) pertama kali dilaporkan pada Desember 2019.

Tak hanya menggerus energi sumber daya rumah sakit garis depan di Wuhan, kota tempat wabah ini bermula, meningkatnya jumlah orang yang terjangkiti memaksa tenaga medis mengabaikan pasien karena kurangnya pasokan tempat tidur dan persediaan medis.

Demi menghadapi kebutuhan yang mendesak, RS Huoshenshan diharapkan mulai beroperasi pada 3 Februari, sedangkan RS Leishenshan diperkirakan siap beroperasi pada 5 Februari.

Jadwal operasional kedua fasilitas ini terbilang super cepat, hanya 10 hingga 12 hari sejak rencana konstruksinya pertama kali diumumkan.

Tak tanggung-tanggung, otoritas China telah mempersiapkan 1.000 dan 1.600 tempat tidur di dalam masing-masing rumah sakit tersebut, seperti dilansir dari Wall Street Journal, Jumat (31/1/2020).

Grafik komputer (rendering) yang dirilis di situs web perusahaan konstruksi rumah sakit itu memberikan kilas pandang tentang penampakan RS Huoshenshan begitu pembangunannya selesai.

Dengan luas sekitar 8 hektar, RS Huoshenshan terdiri dari unit perawatan intensif, ruang pasien, ruang konsultasi, ruang peralatan medis, dan banyak lagi. Dibangun pula bangsal karantina terpisah untuk meminimalkan risiko infeksi silang, menurut stasiun televisi China Central.

Sementara itu, situs web China State Construction Engineering Corp. mengungkapkan bahwa RS Huoshenshan akan berwujud bangunan dua lantai yang terdiri dari unit-unit prefabrikasi.

Video dan gambar konstruksi di lokasi konstruksi Huoshenshan yang mulai bermunculan di dunia maya pada 24 Januari, memperlihatkan puluhan ekskavator, buldoser, dan alat berat lainnya yang bergerak cepat untuk meratakan permukaan tanah.

Menurut People’s Daily, setiap kamar di dalam rumah sakit tersebut berukuran sekitar 100 kaki persegi dan dapat menampung dua tempat tidur.

Setiap kamar dirancang dengan sistem udara tertentu guna mencegah mikroorganisme yang ada di udara menyebar keluar dari kamar dan mencemari lorong ataupun koridor rumah sakit.

Baik RS Huoshenshan maupun Leishenshan disebut mengikuti model RS Xiaotangshan, fasilitas sementara yang dibangun di Beijing untuk mengobati wabah sindrom pernapasan akut parah alias SARS pada 2003.

Menurut kantor berita Xinhua, pembangunan RS Xiaotangshan selesai hanya dalam tujuh hari saat itu. Pada akhir Juni 2003, sebanyak 99 persen pasien yang dirawat di rumah sakit ini dinyatakan pulih dan tidak ada satu pun staf medis yang terinfeksi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china, virus corona

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top