Akibat Virus Corona, Produksi Mobil China Bisa Turun 3 Persen

Wabah virus corona dikhawatirkan bakal mengganggu penjualan dan produksi mobil China pada kuartal I/2020, dengan estimasi penurunan produksi sebesar 3 persen.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 31 Januari 2020  |  13:34 WIB
Akibat Virus Corona, Produksi Mobil China Bisa Turun 3 Persen
Pengemudi taksi memakai pakaian pelindung khusus berada di depan area perumahan setelah wabah virus corona di Wuhan, Provinsi Hubei, China. Foto diambil (28/1 - 2020). China Daily via Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Wabah virus corona dikhawatirkan bakal mengganggu penjualan dan produksi mobil China pada kuartal I/2020, dengan estimasi penurunan produksi sebesar 3 persen.

Hal ini terutama berlaku di Provinsi Hubei lantaran menjadi pusat industri otomotif utama yang menyumbang hampir 9% dari produksi kendaraan China. Hubei juga menjadi rumah bagi pabrik roda empat, termasuk Dongfeng Motor Group, Honda Motor, Renault SA, dan PSA (PEUP.PA).

Joseph Massaro, CFO Aptiv (APTV.N) mengatakan showroom mobil di China tampak sepi seiring masyarakat urung mendekati ruang publik. 

"Kami memperkirakan produksi kendaraan [China] turun 3% sepanjang tahun ini, yang diikuti dengan penurunan produksi 15 pada kuartal pertama. Kami tidak melihat ini sebagai masalah setahun penuh saat ini,” katanya seperti dikutip dari Reuters, Jumat (31/1).

Namun, lanjutnya, produksi yang tertunda masih bisa dilanjutkan di kuartal II/2020.

Pemerintah China memperpanjang liburan Tahun Baru Imlek  tiga hari sampai 2 Februari 2020. Kendati demikian, banyak perusahaan yang memerintahkan pegawainya tidak berangkat kerja sampai 10 Februari 2020. 

Sebelum munculnya wabah ini, perkiraan pasar mobil terbesar di dunia ini masih lesu akibat ekonomi yang melambat, efek dari perang perdagangan AS-China dan peraturan baru tentang emisi.

Cui Dongshu, sekretaris jenderal di China Passenger Car Association mengungkapkan prediksi penjualan otomotif hanya tumbuh 1% pada 2020. Angka yang penuh dengan tekanan. 

Dengan adanya perpanjangan libur, dealer menghentikan pesanan mobil baru dari produsen. Hal ini dapat berdampak pada penurunan angka penjualan mobil grosir untuk Januari.

“Meskipun volume penjualan dalam tiga minggu pertama Januari baik-baik saja, tidak ada‘ percepatan penjualan di akhir bulan. Jadi tidak bisa dihindari bahwa kita akan melihat penurunan penjualan yang signifikan,” kata Cui dalam sebuah posting blog.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
virus corona

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top