Taipan China ‘Berteriak’ Minta Bantuan Dunia Lawan Virus Corona

Miliarder asal China Guo Guangchang ‘meneriakkan’ permohonan bantuan untuk melawan wabah virus corona (coronavirus) baru di tanah kelahirannya ini.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 31 Januari 2020  |  13:30 WIB
Taipan China ‘Berteriak’ Minta Bantuan Dunia Lawan Virus Corona
Guo Guangchang. - reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Miliarder asal China Guo Guangchang ‘meneriakkan’ permohonan bantuan untuk melawan wabah virus corona (coronavirus) baru di tanah kelahirannya ini.  

Guo Guangchang, pendiri konglomerasi Fosun Group, memohonkan bantuan dalam upaya China membendung virus corona mematikan yang telah menewaskan sedikitnya 213 orang dan menginfeksi lebih dari 9.600 orang.

Pada Kamis (30/1/2020), Guo mengungkapkan bahwa China menghadapi kekurangan pasokan darurat seperti masker pelindung dan pakaian dekontaminasi.

Pabrik-pabrik dalam negeri yang tutup karena liburan Tahun Baru Imlek disebutnya tidak memiliki cukup waktu untuk meningkatkan produksi.

“China membutuhkan dukungan dan pengertian dari para pemerintah dan teman-teman di seluruh dunia,” ucap Guo, dilansir dari Bloomberg.

“Dengan pabrik-pabrik memulai produksi, saya yakin suplai kami akan segera meningkat,” tambahnya.

Virus yang serupa dengan penyebab wabah Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) pada 2003 ini telah menjalar ke sejumlah negara lain termasuk India dan Filipina. Wabah virus corona baru diketahui bermula di Wuhan, China, dan dilaporkan pertama kali pada Desember 2019.

Data pasien terinfeksi dan meninggal dunia akibat virus corona yang terus meningkat akhirnya mendorong Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengumumkan keadaan darurat global pada Kamis (30/1).

Sementara itu, maskapai-maskapai dunia membatalkan penerbangan ke China. Otoritas China sendiri telah membatasi perjalanan dan mengunci akses sejumlah kotanya.

Menurut Guo, melalui afiliasi-afiliasi globalnya, Fosun telah membeli 330.000 masker dan 270.000 pakaian pelindung untuk digunakan oleh staf medis garis depan di China.

“Krisis kesehatan ini kemungkinan akan memberi dampak terbesar pada pariwisata, dan semakin lama berlangsung, semakin parah,” tambahnya lagi.

Di sisi lain, ia mengklaim wabah virus ini akan memberi dampak sepele pada pendapatan grup, mengingat separuh bisnis Fosun berada di luar negeri.

Fosun Group - yang beroperasi secara luas di bawah Fosun International, Fosun Tourism, dan Shanghai Fosun Pharmaceutical Group Co - mengendalikan brand luar negeri seperti Tom Tailor Holding SE, Lanvin, Wolverhampton Wanderers Football Club, dan Club Med. Fosun juga memiliki bisnis asuransi, pariwisata, perbankan, dan real estat.

Dalam sebuah pernyataan pekan ini, Fosun Tourism mengatakan pendapatan di China daratan akan "sangat terdampak dalam waktu dekat". Adapun bisnis pariwisata di luar negeri, yang menyumbang 87 persen dari pendapatan, masih "mempertahankan momentum yang baik".

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china, virus corona

Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top