Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Jiwasraya: Kejagung Minta BEI Serahkan Data PT LAS

Kejaksaan Agung mendesak Bursa Efek Indonesia untuk memberikan data transaksi milik PT LS yang kini berubah nama menjadi PT LAS.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 30 Januari 2020  |  15:29 WIB
Gedung Bundar Kejaksaan Agung - kejaksaan.go.id
Gedung Bundar Kejaksaan Agung - kejaksaan.go.id

Bisnis.com, JAKARTA - Kejaksaan Agung mendesak Bursa Efek Indonesia untuk memberikan data transaksi milik PT LS yang kini berubah nama menjadi PT LAS.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono mengungkapkan bahwa data transaksi itu berupa permohonan koreksi trading dan pelaporan transaksi di pasar negosiasi dengan harga di luar batasan (auto rejection) pada periode 2008-2016.

Hal itu, menurut Hari, dilakukan tim penyidik untuk mengungkap peristiwa terjadinya tindak pidana korupsi PT Asuransi Jiwasraya yang merugikan negara Rp13,7 triliun.

"Kami sudah berkoordinasi dengan BEI untuk minta data itu," tuturnya, Kamis (30/1/2020).

Selain itu, Hari mengaku tim penyidik juga sudah menggeledah tiga perusahaan swasta yang diduga terlibat dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

Hari menyebutkan ketiga perusahaan yang telah digeledah itu masih berlokasi di wilayah Jakarta Selatan yaitu PT LS atau PT LAS, PT MS atau PT DSI, dan PT CS.

"Penggeledahan itu dilakukan tim penyidik dalam rangka mencari barang bukti," kata Hari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jiwasraya Kejaksaan Agung
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top