Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perusahaan Ternama Ramai-ramai Respons Virus Corona China

Meluasnya wabah virus corona (coronavirus) baru di China mendorong banyak perusahaan mengambil langkah preventif demi mencegah penularan virus mematikan ini.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 28 Januari 2020  |  13:57 WIB
Warga beraktivitas dengan memakai masker di Shanghai, China. - Reuters
Warga beraktivitas dengan memakai masker di Shanghai, China. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Meluasnya wabah virus corona (coronavirus) baru di China mendorong banyak perusahaan mengambil langkah preventif demi mencegah penularan virus mematikan ini.

Starbucks dan WeWork menutup kantor mereka di China. Sementara itu, Facebook, Nissan Motor, dan beberapa perusahaan lain melancarkan upaya untuk melindungi karyawan mereka yang berada di wilayah terdampak wabah virus.

Dalam sebuah pernyataan pada Selasa (28/1/2020), WeWork menginformasikan menutup sementara 55 kantornya di seluruh China dan mengimbau para karyawan untuk bekerja dari rumah atau ruang pribadi.

Kabar lain menyebutkan karyawan Facebook yang berdomisili di China ataupun baru saja kembali dari negara itu juga diimbau untuk bekerja dari rumah masing-masing.

Wabah virus corona yang dimulai di Kota Wuhan di China tengah, Provinsi Hubei, ini telah merenggut sedikitnya 105 nyawa di China dan menginfeksi lebih dari 4.700 secara global.

Berikut adalah beberapa perusahaan ternama yang telah merespons wabah virus corona di China, seperti dilansir dari Bloomberg.

Shiseido Co.: produsen kosmetik yang berbasis di Jepang ini mengeluarkan larangan perjalanan karyawannya ke China, dengan beberapa pengecualian, menurut juru bicara perusahaan pada Selasa (28/1/2020). Perusahaan memperoleh sekitar 20 persen pendapatan tahun lalu dari China.

Facebook: raksasa media sosial tersebut mulai memberlakukan pembatasan perjalanan pada Senin (27/1/2020). Jika karyawan terpaksa mengunjungi China, mereka harus mendapatkan persetujuan khusus.

Fast Retailing Co.: operator Uniqlo ini telah menutup sekitar 50 toko di China untuk sementara waktu, menurut seorang juru bicara.

Aeon Co.: operator supermarket terbesar di Jepang ini menutup tiga mal yang beroperasi di Wuhan, tempat wabah virus corona baru bermula. Namun, lima supermarketnya masih beroperasi secara terbatas untuk menjual barang dan makanan sehari-hari.

Starbucks, McDonald's, dan Domino's Pizza Inc.: Dari tiga rantai restoran Amerika Serikat ini, Starbucks paling terekspos terhadap wabah virus corona, berdasarkan persentase pendapatan dunia dan laba usaha, menurut analis Guggenheim, Matthew DiFrisco. Starbucks diketahui memiliki sekitar 4.100 kafe di China.

Adapun McDonald’s, yang memiliki sekitar 3.000 toko di China pada akhir 2018, untuk sementara waktu menutup gerai di lima kota di provinsi Hubei karena virus itu, termasuk Wuhan.

Nissan: Produsen mobil asal Jepang ini berencana untuk mengevakuasi sebagian besar ekspatriat dan anggota keluarga mereka dari Wuhan menggunakan pesawat carteran yang dikirim oleh pemerintah Jepang, menurut juru bicara perusahaan.

Honda Motor Co.: Honda juga akan mengevakuasi sekitar 30 pekerja dan keluarganya dari Wuhan dengan menggunakan pesawat sewaan pemerintah. Sejumlah staf yang diperlukan untuk mempertahankan operasi lokal akan tetap berada di kota tersebut.

Ikea: peritel perabot rumah tangga ini menutup warehouse-nya di Wuhan pada 23 Januari.

Walt Disney: operator taman hiburan terbesar di dunia ini mengatakan menutup resor Disneyland di Shanghai efektif tanggal 25 Januari.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china virus corona
Editor : M. Taufikul Basari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top