Kredibilitas Senat AS Turut Dipertaruhkan di Sidang Pemakzulan Trump

Suara yang diberikan oleh segelintir senator yang maju pada pemilihan ulang tahun ini akan memberikan sentimen besar kepada pemilih untuk mempertimbangkan masa jabatan mereka.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 28 Januari 2020  |  11:50 WIB
Kredibilitas Senat AS Turut Dipertaruhkan di Sidang Pemakzulan Trump
Presiden AS Donald Trump berbicara dalam acara penandatanganan UU Otoritas Pertahanan Nasional untuk Tahun Fiskal 2020 di Pangkalan Militer Gabungan (Joint Base) Andrews, Maryland, AS, Jumat (20/12/2019). - Reuters/Leah Millis

Bisnis.com, JAKARTA -- Sidang pemakzulan Presiden AS Donald Trump mungkin tidak akan menyingkirkan pengusaha flamboyan ini dari Gedung Putih.

Namun, keputusan akhir dalam sidang ini akan menentukan apakah Partai Republik tetap memegang kendali terhadap Senat dalam pemilihan Kongres November mendatang.

Menurut sejumlah analis, suara yang diberikan oleh segelintir senator yang maju pada pemilihan ulang tahun ini akan memberikan sentimen besar kepada pemilih untuk mempertimbangkan masa jabatan mereka.

Para senator akan menentukan apakah Donald Trump akan dihukum, bebas, serta memiliki suara untuk memanggil saksi baru di persidangan.

Ahli strategi Partai Republik James Bowers memperkirakan bahwa pemakzulan Trump akan memainkan peran utama dalam iklan kampanye untuk beberapa tahun ke depan.

"Kita akan menyaksikan isi kampanye yang membahas banyak tentang pemakzulan untuk siklus pemilu yang akan datang," kata Bowers, dikutip melalui Reuters, Selasa (28/1).

Demokrat perlu memenangkan empat kursi dari Partai Republik agar memenangkan posisi mayoritas dalam pemilihan 3 November 2020, di mana Trump juga akan berada dalam pemungutan suara.

Cook Political Report, Inside Elections dan Sabato’s Crystal Ball, tiga layanan pemilu non-partisan, memperkirakan bahwa antara lima hingga tujuh anggota Partai Republik dan dua anggota Demokrat di Senat yang berkuasa berisiko kehilangan kursi mereka.

Pemakzulan Trump oleh Dewan Perwakilan Rakyat AS terjadi pada Desember. Dewan menuduhnya menyalahgunakan kekuasaannya dan menghalangi Kongres dengan menekan Ukraina untuk melakukan penyelidikan terhadap saingan politiknya, mantan Wakil Presiden Joe Biden.

Trump menegaskan bahwa dirinya tidak melakukan kesalahan yang dituduhkan kepadanya. Pembebasannya atas tuduhan mungkin diloloskan Senat karena setidaknya 20 anggota Partai Republik harus memilih untuk memecatnya.

Sebuah jajak pendapat Reuters yang dirilis pekan lalu mengungkapkan bahwa kebanyakan orang Amerika berpikir senator harus bertindak sebagai juri yang tidak memihak selama persidangan.

Direktur Lembaga Polling Universitas Monmouth Patrick Murray melihat Demokrat berisiko melebih-lebihkan tuntutan mereka karena partai tersebut banyak didukung oleh pemilih independen yang sejak awal tidak ingin sidang pemakzulan dilakukan.

"Demokrat sedang bertaruh besar, karena tuntutan ini bisa dengan mudah menjadi boomerang bagi mereka," katanya.

Anggota Partai Republik seperti Corey Gardner dari Colorado dan Martha McSally dari Arizona mungkin menghadapi reaksi pemilih jika mereka memilih untuk menyelesaikan persidangan dengan cepat.

Menolak mendatangkan bukti dan saksi baru, seperti yang diinginkan oleh para pemimpin Republik, dapat menyerap lebih banyak dukungan dari pendukung konservatif Donald Trump.

Namun, langkah ini juga dapat merusak peluang Partai Republik untuk memikat pemilih independen, seperti di Maine, di mana Senator Republik Susan Collins berharap untuk memenangkan masa jabatan enam tahun ke limanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Donald Trump

Editor : Hadijah Alaydrus
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top