Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Trump Naikkan Tarif Bea Masuk Baja dan Alumunium

Impor baja dan aluminium telah menurun tetapi impor produk turunannya, seperti paku baja dan kabel aluminium, telah meningkat. Sejumlah negara dibebaskan dari kenaikan tarif tersebut.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 25 Januari 2020  |  10:55 WIB
Seorang pekerja berjalan melewati gulungan baja di pabrik baja ArcelorMittal di Sestao, Spanyol, 12 November 2018. Reuters  - Vincent West
Seorang pekerja berjalan melewati gulungan baja di pabrik baja ArcelorMittal di Sestao, Spanyol, 12 November 2018. Reuters - Vincent West

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden AS Donald Trump menaikkan tarif pada produk baja turunan sebesar 25% dan meningkatkan bea masuk pada produk aluminium turunan dengan tambahan 10%.

Trump mengatakan Argentina, Australia, Brazil, Kanada, Meksiko dan Korea Selatan dibebaskan dari tarif tambahan untuk produk baja turunan, dan Argentina, Australia, Kanada dan Meksiko dibebaskan dari bea tambahan pada aluminium turunan.

"Produsen asing telah meningkatkan pengiriman barang tersebut ke Amerika Serikat untuk menghindari bea masuk barang aluminium dan barang baja,” katanya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (25/1/2020), 

Dia mengatakan kenaikan tarif akan efektif pada 8 Februari 2020.

Trump telah memberlakukan tarif pada baja dan aluminium impor untuk membantu meningkatkan produksi AS, yang menurutnya merupakan masalah keamanan nasional.

Sejak pengenaan tarif, Trump mengatakan, impor baja dan aluminium telah menurun tetapi impor produk turunannya, seperti paku baja dan kabel aluminium, telah meningkat.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat Donald Trump
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top