Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Polri Turunkan Tim, Selidiki Pengakuan Lutfi Dianiaya Penyidik

Polri menurunkan tim untuk menyelidiki pernyataan Lutfi Alfiandi bahwa dirinya disetrum oleh aparat Kepolisian. 
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 24 Januari 2020  |  17:13 WIB
Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis. -  ANTARA
Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Polri menurunkan tim untuk menyelidiki pernyataan Lutfi Alfiandi bahwa dirinya disetrum oleh aparat Kepolisian. 

Kapolri Jenderal Pol. Idham Aziz menyatakan Kepolisan memiliki SOP yang mengatur soal pemeriksaan tersangka. 

Terdakwa Lutfi Alfiandi adalah salah satu massa aksi yang diamankan Polres Metro Jakarta Barat. Lutfi diduga terlibat kasus penyerangan kepada polisi saat aksi demo RUU KUHP dan RUU KPK di Gedung DPR/MPR beberapa waktu lalu. Kasus Lutfi disidangkan di PN Jakarta Pusat.

Kapolri mengaku telah memerintahkan Kapala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) mengusut info yang disampaikan terdakwa Lutfi saat memberikan keterangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Menurut mantan Kapolda Metro Jaya tersebut jika pernyataan soal penganiayaan tidak terbukti Polri akan balik memperkarakan Lutfi dengan tuduhan menyebarkan fitnah.

"Kami sudah bentuk tim khusus untuk selidiki itu, dipimpin langsung oleh Kadiv Propam. Kalau itu hanya fitnah, maka yang bersangkutan juga harus waspada, karena ini bisa jadi bumerang untuk yang bersangkutan," tutur Idham, Jumat (24/1/2020).

Menurut Idham, jika tuduhan itu benar dan terbukti, Polri siap memproses anggotanya yang dinilai melanggar SOP penyidikan terhadap seorang tersangka.

"Kalau memang benar ada penganiayaan. Saya sudah minta Propam untuk tindak tegas," kata Idham.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kapolri
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top