Semangat Dukung Pansus Jiwasraya, Kalem Soal Asabri, Demokrat dan PKS Dipertanyakan

Kedua parpol itu hanya getol mendorong pembentukan Pansus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero), namun tidak menunjukkan sikap yang sama pada kasus PT Asabri (Persero).
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 18 Januari 2020  |  16:59 WIB
Semangat Dukung Pansus Jiwasraya, Kalem Soal Asabri, Demokrat dan PKS Dipertanyakan
Logo PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata RI (Asabri) - Istimbewa

Bisnis.com, JAKARTA - Konsistensi Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera dalam mendorong pembentukan Panitia Khusus DPR untuk kasus PT Jiwasraya dan Asabri dipertanyakan. 

Direktur Indonesian Public Institute Karyono Wibowo menyebutkan kedua parpol itu hanya getol mendorong pembentukan Pansus untuk kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero), namun tidak menunjukkan sikap yang sama pada kasus PT Asabri (Persero).

"PKS dan Demokrat tidak konsisten. Yang Jiwasraya dibongkar dan yang ASABRI dilindungi. Jadi patut dipertanyakan keseriusan PKS dan Demokrat dalam menegakkan hukum untuk membongkar kasus-kasus korupsi. Kalau memang mau serius, harusnya tidak ada perbedaan antara keduanya," kata Karyono dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (18/1/2020). 

Menurut Karyono, sangat wajar jika publik menaruh curiga atas sikap inkonsisten yang ditunjukkan PKS dan Demokrat dalam menyikapi kasus Jiwasraya dan Asabri.

"Sikap yang tidak konsisten ini justru akan menimbulkan tanda tanya besar. Mengapa Fraksi  PKS dan Demokrat di DPR hanya ingin membentuk Pansus Jiwasraya sementara untuk Asabri tidak. Jangan-Jangan ada udang di balik batu. Melindungi pihak tertentu," ujarnya. 

Karyono mengingatkan agar Fraksi Demokrat dan PKS konsisten dalam penegakan hukum serta mengawal kasus Jiwasraya dan Asabri dengan semangat dan orientasi mencari solusi.

"Jangan mengedepankan kepentingan politik semata daripada mencari solusi," kata Karyono.

Sebelumnya nasabah Jiwasraya secara berbondong-bondong menolak wacana pembentukan Pansus yang digulirkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Salah satu nasabah Jiwasraya, Budi Setiyono mengaku penolakan itu didasarkan pada rasa trauma pada pansus kasus Bank Century. Saat itu keberadaan pansus malah menjadikan kasus Century sebagai komoditas politik semata dan tidak memberikan kepastian untuk pengembalian uang nasabah.

"Yang ada, pansus hanya membuat gaduh dan tidak menjamin pengembalian uang kami. Kami trauma dengan pansus Century yang akhirnya uang nasabah tidak kembali," katanya, Senin (13/1).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pks, partai demokrat, asabri, jiwasraya

Editor : Saeno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top