Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Erdogan dan Trump Bahas Libya Jelang KTT di Jerman

Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan percakapan melalui telepon pada Rabu (15/1/2020).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 Januari 2020  |  11:03 WIB
Presiden Turki Tayyip Erdogan - Reuters
Presiden Turki Tayyip Erdogan - Reuters

Bisnis.com, ANKARA/WASHINGTON -  Pemimpin Turki dan Amerika Serikat melakukan percakapan telepon guna membahas perkembangan situasi di Libya.

Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan percakapan melalui telepon pada Rabu (15/1/2020).

Pembicaraan kedua pemimpin itu diungkapkan oleh Kantor Kepresidenan Turki dan Gedung Putih, beberapa hari menjelang pertemuan di Berlin yang akan membahas soal konflik Libya.

Kanselir Jerman Angela Merkel akan menjamu para pemimpin dari Turki, Rusia, Amerika Serikat, Inggris, China, Prancis serta Italia pada Minggu (19/1).

Pertemuan puncak itu diselenggarakan setelah pada pertemuan di Moskow pada Senin (13/1) pihak bertikai di Libya enggan menandatangani kesepakatan gencatan senjata.

Sejak Muammar Gaddafi terguling pada aksi perlawanan 2011, negara Afrika Timur itu terjebak dalam kekacauan dengan pihak-pihak luar luar  negeri memberikan dukungan bagi faksi-faks yang saling bermusuhan.

Menurut pernyataan Gedung Putih, Trump dan Erdogan juga membahas berbagai masalah seperti kondisi di Suriah, aksi protes di Iran, dan penembakan pesawat milik maskapai Ukraine International Airlines oleh Iran, demikian ditulis Antara, Kamis (16/1/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Recep Tayyip Erdogan Donald Trump

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top