Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Prabowo Akan Pelajari Dugaan Korupsi PT Asabri

Staf Khusus Menteri Pertahanan RI Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antara Lembaga, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan Prabowo langsung mempelajari kasus tersebut setelah mendapat kabar tentang dugaan korupasi PT Asabri.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 14 Januari 2020  |  14:18 WIB
Aktivitas layanan nasabah di kantor PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri), di Jakarta. - Bisnis/Dedi Gunawan
Aktivitas layanan nasabah di kantor PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri), di Jakarta. - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Pertahananan Prabowo Subianto menyebut akan mempelajari tentang dugaan korupsi yang menjerat PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata atau Asabri Asabri (persero). Menhan juga akan menunggu informasi lengkap dari Menteri BUMN dan Badan Pemeriksa Keuangan terkait kabar itu.

Staf Khusus Menteri Pertahanan RI Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antara Lembaga, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan Prabowo langsung mempelajari kasus tersebut setelah mendapat kabar tentang dugaan korupasi PT Asabri.

"Menhan berkepentingan dengan kasus Asabri meski Asabri adalah BUMN yang secara hirarkris dibawah Koordinasi Kementerian BUMN," katanya melalui keterangan resminya, Selasa (14/1/2020).

Meski tidak membawahi BUMN, Menhan dianggap berkepentingan untuk membantu penyelesaian kasus ini. Pasalnya total aset PT Asabri senilai Rp35,188 triliun, berasal dari uang iuran pensiun prajurit TNI/Polri dan PNS TNI/Polri termasuk PNS Kemhan.

Dari total gaji seluruh prajurit maupun PNS, PT Asabri memotong gaji pokok mereka sebesar 4,75 persen tiap bulan dan 3,25 persen untuk tunjangan hari tua.

"Jadi, Pak Menhan ingin memastikan dana prajurit tetap aman dan tidak terganggu," katanya.

Perusahaan plat merah itu diduga melakukan korupsi sekitar Rp10 triliun. Dugaan itu disebut-sebut tidak kalah fenomenal dibandingkan dengan kasus gagal bayar yang mendera Jiwasraya.

Sebelumnya Menko Polhukam Mahfud MD juga sempat menyebut akan memanggil Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN untuk mengetahui dugaan korupsi itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asabri
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top