Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Inggris - Jerman Kutuk Penangkapan Duta Besar Inggris untuk Teheran

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Kanselir Jerman Angela Merkel mengutuk penangkapan duta besar Inggris untuk Teheran, Rob Macaire.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 13 Januari 2020  |  00:54 WIB
Ilustrasi - Jibiphoto
Ilustrasi - Jibiphoto

Bisnis.com, JAKARTA - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Kanselir Jerman Angela Merkel mengutuk penangkapan duta besar Inggris untuk Teheran, Rob Macaire.

Hal itu disampaikan seorang juru bicara dari kantor PM Inggris dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah kedua pemimpin berbicara pada hari Minggu, (12/1/2020) seperti dikutip dari Reuters.

“Di Iran, mereka membahas hilangnya nyawa yang tragis pada jet penumpang Ukraine International Airlines. Mereka mengutuk penangkapan Iran terhadap Duta Besar Inggris untuk Teheran sebagai pelanggaran hukum internasional,” kata juru bicara itu.

"Para pemimpin juga membahas kepentingan bersama kami dalam memastikan Iran tidak pernah memperoleh senjata nuklir, dan menegaskan kembali komitmen mereka yang berkelanjutan untuk melestarikan JCPOA (kesepakatan nuklir Iran)."

Sebelumnya, media di Iran menyatakan Duta Besar Inggris untuk Iran, Rob Macaire ditangkap di dekat Universitas Amir Kabir dan selanjutnya ditahan  selama lebih dari satu jam sebelum dibebaskan.

Penahanan oleh otoritas Iran tersebut, dikabarkan karena tuduhan menghasut pengunjuk rasa yang memprotes kecelakaan pesawat Ukraina yang menewaskan semua penumpang sebanyak 176 orang,

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

iran
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top