Kesaksian Korban Reynhard Sinaga, Berawal Daya Ponsel Habis

Para korban Reynhard Sinaga mengungkapkan kesaksian atas serangan seksual yang dialaminya. Sebagian besar yang bersaksi berstatus pelajar atau mahasiswa.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 11 Januari 2020  |  11:31 WIB
Kesaksian Korban Reynhard Sinaga, Berawal Daya Ponsel Habis
Foto Reynhard Sinaga terpampang dalam laporan investigasi Polisi Manchester - mipp.police.uk

Bisnis.com, JAKARTA - Korban perkosaan yang dilakukan Reynhard Sinaga mengungkapkan perjuangan mereka mengatasi trauma serangan seksual itu. Sebagian besar korban Reynhard tidak menyadari bahwa mereka telah menjadi korban perkosaan jika tidak diberitahu oleh Polisi.

Reynhard Sinaga, 36 tahun, diyakini telah melakukan serangan seksual pada 195 laki-laki. Dia juga memfilmkan saat sedang melakukan tindak perkosaan dalam kondisi korbannya tak sadarkan diri di apartemennya.

Reynhard dijeblokaskan ke penjara atas 159 dakwaan yang dilakukannya terhitung mulai dari Januari 2015 hingga Mei 2017. Total polisi telah menghubungkan ada sekitar 195 korban Reynhard berdasarkan bukti rekaman video. Dari jumlah tersebut, 70 korban diantaranya belum dapat diidentifikasi.

Jaksa mengatakan korban dalam kondisi tidak sadar karena Reynhard menggunakan GHB (Gamma-butyrolactone) obat yang bisa berpotensi fatal membuat korbannya koma

Para korban yang diserang sebagian besar bukan homoseksual. Mereka terkejut saat dihubungi oleh polisi dan diberi tahu telah menjadi korban perkosaan.

Dua korban dilaporkan berusaha bunuh diri setelah polisi memberitahu mereka bagaimana Reynhard memperkosa mereka.

Reynhard biasanya keluar apartemennya pada dini hari. Dia mencari laki-laki muda yang mabuk di klub malam dekat tempat tinggalnya.

Pengadilan Crown Manchester, Inggris, mendengar kesaksian beberapa korban bahwa Reynhard yang berperawakan kecil itu, berpura-pura menjadi orang baik dengan menawari korbannya tidur di apartemennya atau mengajak mereka minum lebih banyak di tempat tinggalnya.

Tak satupun dari korban mencurigai niat jahat Reynhard ketika ia mendekati mereka di jalan. Tidak ada yang merasa terintimidasi olehnya karena perwakannya yang kecil dan penampilannya yang tampaknya bersahabat.

Ada korban yang mengatakan bahwa Reynhard sangat baik yang menjaganya saat dia terpencar dari teman-temannya dan diizinkan mengisi baterai ponselnya yang habis. Ada pula korban yang mengaku di tolong Reynhard saat dia terbaring di tanah dekat sebuah hotel karena mabuk.

Tindak kejahatan Reynhard telah meninggalkan trauma berat pada sejumlah korbannya. Ada seorang korban yang begitu hancur saat mengetahui  telah diperkosa sampai mencoba bunuh diri pada hari Natal 25 Desember 2019 lalu.

Korban lainnya sangat ketakutan Reynhard akan bebas berkeliaran dan trauma itu telah membuatnya hilang kepercayaan pada orang.

Ada pula korban yang sangat terganggu setelah mengetahui bahwa dia telah diperkosa sebanyak tiga kali sehingga dia meminta dokter untuk mengoperasi dan membuang ususnya.

Dari bukti rekaman video yang direkam Reynhard lewat ponselnya, terdapat satu korban yang diperkosa sampai tujuh kali dalam tempo 8 jam. Ada pula korban yang dibius, diperkosa berulang kali dan ditahan di apartemennya selama 15 jam.

Seorang korban lain menceritakan dia sedang duduk di tepi jalan setelah baterai ponselnya habis, dia lalu didekati oleh Reynhard. Terdakwa mengundangnya ke apartemennya untuk mengisi daya ponsel, lalu ditawari minum. Korban tak menyangka dia menjadi korban perkosaan.

Korban lain yang tidak dipublikasikan identitasnya menceritakan tidak dapat memesan taksi Uber saat Reynhard mendekatinya.

Beberapa korban ada yang merasa bersalah ketika mereka bangun keesokan paginya dan mendapati diri sedang berada di rumah orang asing yang mereka pikir telah memberi mereka tumpangan.

Ada pula yang merasa telah mengalami ‘pengalaman aneh’ namun tak ada yang memiliki kekhawatiran ataupun kecurigaan yang nyata.

“Saya sempat berfikir dia mungkin telah melakukan sesuatu, tapi saya pikir hal tersebut tidak mungkin terjadi” imbuhnya.   

Dari total 48 korban yang memberanikan diri bersaksi di persidangan, sebanyak 45 korban adalah laki-laki heteroseksual dan 3 orang gay. Dari jumlah 48 korban yang bersaksi itu, 26 orang berstatus pelajar atau mahasiswa. Dua korban berusaha bunuh diri akibat depresi berat. 

Sejumlah pernyataan pribadi dari para korban dibacakan di pengadilan pada sidang ke 3 dan ke 4. Ada korban yang berkomitmen tidak akan menjadikan kasus ini penghancur hidupnya, ada korban yang masih tak percaya dengan yang dialami. Ada pula korban yang memilih menutupi kejadian ini dari keluarganya, termasuk ibunya.

Reynhard merekam serangan seksual lewat ponselnya, dan para korban meninggalkan apartemennya tanpa menyadari bahwa mereka telah dilecehkan. Reynhard berada di Inggris untuk melanjutkan kuliah. Selama berada di Inggris, dia dibiayai oleh keluarganya yang dikenal kaya raya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
inggris

Sumber : Tempo.co

Editor : Akhirul Anwar
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top