Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Antisipasi Kebakaran Membesar, Setengah Juta Warga Australia Diminta Mengungsi

Pemerintah Australia mendesak hampir seperempat juta orang untuk mengungsi dari rumah mereka pada Jumat (10/1/2020) dan mempersiapkan bantuan militer.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 10 Januari 2020  |  19:53 WIB
Kebakaran di Australia. - Reuters.com
Kebakaran di Australia. - Reuters.com

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Australia mendesak hampir seperempat juta orang untuk mengungsi dari rumah mereka pada hari Jumat (10/1/2020) dan mempersiapkan bantuan militer.

Pihak berwenang telah menyampaikan bahwa dalam beberapa jam ke depan kondisi kebakaran akan sangat menantang, bahkan ketika hujan turun di beberapa bagian.

Dikutip dari Reuters, Perdana Menteri Scott Morrison menyatakan personel pertahanan Australia siap untuk pindah ke daerah kebakaran jika kondisinya menjadi kian ekstrem. Hal itu terkait dengan suhu udara yang terus meningkat serta angin yang tidak menentu sehingga menciptakan kondisi berbahaya.

“Bahkan dengan hujan di Melbourne, bahkan dengan prakiraan kondisi yang lebih baik minggu depan, ada jalan panjang untuk pergi dalam apa yang telah menjadi peristiwa kebakaran yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tntu saja, kita tahu bahwa kita memiliki banyak minggu musim kebakaran untuk mengungsi,” kata Daniel Andrews, Perdana Menteri Victoria, dalam pengarahan di televisi.

"Beberapa jam ke depan akan sangat, sangat menantang,” tambahnya.

Walaupun kondisi angin diperkirakan akan bergerak pada Sabtu pagi, Andrews mendesak warga untuk tetap waspada dan meninggalkan daerahnya jika diperlukan.

Pihak berwenang setempat mengirim SMS darurat ke 240.000 orang di Victoria, menyuruh mereka mengungsi. Orang-orang di daerah berisiko tinggi di New South Wales dan Australia Selatan juga didesak untuk mempertimbangkan mengungsi. Akan tetapi pejabat setempat tidak menyebutkan berapa jumlah orang yang akan mengungsi.

Sejak Oktober, 27 orang tewas dan ribuan lainnya menjadi sasaran pengulangan evakuasi karena kebakaran besar dan tak terduga menghanguskan lebih dari 10,3 juta hektar lahan, sebuah wilayah yang kira-kira seukuran Korea Selatan.

Di kota pesisir Eden di New South Wales, tempat status siaga ditingkatkan menjadi “lihat dan bertindak” pada Jumat malam, asap memenuhi cakrawala saat angin meniupkan asap dan abu.

Shereen dan Kim Green, yang tinggal di pertanian dengan tiga rumah dan 50 sapi di luar Eden, berlomba untuk mengisi dua tangki air 1.000 liter.

“Ini untuk memadamkan titik api dan kami akan begadang semalaman untuk mempertahankan properti kami," kata Shereen, ketika angin mengguncang kendaraan utilitasnya. “Kami akan berusaha semaksimal mungkin,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

australia kebakaran hutan
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top