MEGXIT : Dampak Pangeran Harry dan Meghan Markle Mundur dari Istana

Potensi kekuatan bintang pasangan itu pun dinilai bisa mendatangkan keuntungan ekonomi hingga miliaran Pound sterling bagi Inggris.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 10 Januari 2020  |  17:33 WIB
MEGXIT : Dampak Pangeran Harry dan Meghan Markle Mundur dari Istana
Meghan Markle bersama suaminya, Pangeran Harry, di acara gala premiere film terbaru karya Walt Disney Studio, The Lion King. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Rencana Pangeran Harry dan Meghan Markle mundur dari struktur anggota senior Kerajaan menjadi perhatian dunia. Rencana mundur dari Istana, yang kemudian melahirkan istilah Megxit atau Meghan Exit ini memuncurkan pertanyaan soal loss yang akan dialami Inggris.

Seperti diketahui, pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle yang banyak disebut bak kisah dongeng abad ke-21 telah menarik perhatian dunia.

Potensi kekuatan bintang pasangan itu pun dinilai bisa mendatangkan keuntungan ekonomi hingga miliaran Pound sterling bagi Inggris.

Namun baru-baru ini, pasangan yang menikah pada Mei 2018 itu, mengumumkan akan mengundurkan diri dari anggota senior keluarga kerajaan.

Keduanya bermaksud hidup mandiri secara finansial, serta membagi waktu mereka antara Inggris dan Amerika Utara.

Lalu berapa banyak kerugian bagi Inggris, kerajaan, dan bisnisnya atas keputusan terbaru pasangan tersebut?

"Jawaban singkatnya adalah agak sulit mengatakannya, mengingat belum ada yang tahu ketentuan pasti dari Megxit," kata David Haigh, kepala eksekutif konsultasi penilaian merek Brand Finance, dilansir dari New York Times, Jumat (10/1/2020).

Brand Finance menghitung bahwa pernikahan Duke dan Duchess of Sussex menghasilkan £1 miliar untuk ekonomi Inggris pada 2018 saja.

Di dalamnya termasuk tambahan £300 juta dari perjalanan dan akomodasi yang dihabiskan oleh turis asing dan £50 juta dari pembelian barang dagangan seperti koin, pakaian. Itu belum termasuk miliaran klik liputan media gratis yang meningkatkan nilai merek Inggris.

Dalam bulan-bulan sejak pernikahan, pasangan itu terus mendatangkan pendapatan yang besar untuk industri ritel dan rekreasi khususnya, untuk label-label Inggris seperti Marks & Spencer dan John Lewis, serta melalui proyek amal seperti kolaborasi pakaian kerja mode Meghan dengan Smartworks.

Rencana Harry dan Meghan untuk membagi waktu antara Inggris dan Amerika Utara dinilai tidak akan menghentikan pemasukan dan dukungan bagi Inggris dan bisnisnya.

Tetapi itu semua tergantung pada sifat hubungan jangka panjang dengan Istana Buckingham dan penciptaan merek Sussex Royal. Pasangan itu berencana untuk mengendalikan diri terhadap pengaruh budaya dan komersial mereka.

Investasi di luar itu, termasuk keamanan di pernikahan mereka, yang dibayar oleh pembayar pajak Inggris dan menelan biaya sekitar £30 juta (layanan gereja, bunga, dan resepsi dibayar oleh keluarga kerajaan) dan £ 2,4 juta untuk merenovasi tempat tinggal resmi Harry dan Meghan, Frogmore Cottage di Windsor.

Haigh dari Brand Finance menilai apa pun langkah yang akan dipilih Harry dan Meghan diperkirakan tidak akan merusak pengaruh jangka panjang anggota keluarga kerajaan lainnya.

“Keluarga kerajaan menghasilkan setidaknya £2 miliar pendapatan tambahan tahunan ke pasar Inggris, dari mempromosikan dukungan kerajaan hingga memperkuat soft power. Kate dan William yang menggerakkan itu sejak lama sebelum Meghan datang, ”katanya.

“Pertumbuhan berkat generasi berikutnya mungkin kurang dari yang diharapkan setelah ini, tetapi saya ragu arus kas akan benar-benar menurun. Kerajaan tetap menjadi institusi yang terlalu kuat."

Sementara itu, mengutip Reuters, Ratu Elizabeth dan Pangeran Charles dikabarkan terluka dan kecewa dengan pengumuman mengejutkan Harry dan Meghan lewat media sosial. Keduanya tidak diajak berkonsultasi mengenai pernyataan tersebut.

Istana Buckingham menyatakan bahwa diskusi dengan Harry dan Meghan mengenai keputusan tersebut masih berada pada tahap awal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pangeran harry dan meghan markle

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top