Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PM Kanada : Pesawat Ukraina Ditembak Jatuh oleh Rudal Iran

Penyelidik Iran merilis laporan awal kemarin dan mengatakan bahwa pesawat itu terbakar dan mencoba berbalik, tetapi krunya tidak pernah membuat panggilan radio untuk meminta bantuan.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 10 Januari 2020  |  06:06 WIB
Kerabat anggota awak pesawat Boeing 737-800 Ukraine International Airlines yang jatuh di Iran. Mereka berkabung di Bandara Internasional Boryspil.  -  Reuters
Kerabat anggota awak pesawat Boeing 737-800 Ukraine International Airlines yang jatuh di Iran. Mereka berkabung di Bandara Internasional Boryspil. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan bahwa bukti menunjukkan sebuah rudal Iran telah menjatuhkan pesawat Ukraina pada Rabu (8/1/2020), tetapi kemungkinan serangan itu "tidak disengaja".

Intelijen Kanada dan sekutunya mendukung kesimpulan itu. Akan tetapi, dia menolak untuk menjelaskan mengenai informasi dari intelijen tersebut.

Menurut Trudeau, tampaknya rudal yang menjatuhkan pesaeat itu merupakan jenis jelajah permukaan ke udara. Jumlah warga Kanada yang turut tewas sebanyak 63 orang.

"Kami memiliki intelijen dari berbagai sumber, termasuk sekutu kami dan intelijen kami sendiri yang menunjukkan bukti bahwa pesawat itu ditembak jatuh oleh rudal Iran,” kata Trudeau kepada wartawan di Ottawa seperti dikutip aljazeera.com, Jumat (10/1/2020).

Akan tetapi, ujarnya, bisa saja insiden itu tidak disengaja.

Sebelumnya, para pejabat Amerika Serikat mengatakan bahwa "sangat mungkin" sebuah rudal antipesawat Iran telah menjatuhkan pesawat itu dan menewaskan semua dari 176 orang di dalamnya. Mereka menyatakan kejadian itu bisa merupakan sebuah kesalahan.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson juga mengatakan bahwa ada badan informasi yang menyatakan pesawat itu ditembak jatuh oleh rudal darat keudara Iran dan bisa saja tidak disegaja.

Iran sebelumnya menolak laporan itu dan menyebutnya sebagai "rumor tidak masuk akal".

"Tidak mungkin rudal menabrak pesawat Ukraina," kata Kepala Penerbangan Sipil Iran seperti dikutip oleh kantor berita Iran, INSA.

Pesawat Ukraina International Airlines yang sedang terbang menuju Ibu Kota Ukraina, Kyiv, jatuh beberapa menit setelah lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini di Teheran pada Rabu di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.

Penyelidik Iran merilis laporan awal kemarin dan mengatakan bahwa pesawat itu terbakar dan mencoba berbalik, tetapi krunya tidak pernah membuat panggilan radio untuk meminta bantuan. Laporan itu menyebut insiden tersebut sebagai kecelakaan.

Investigasi mendalam terhadap bencana maskapai biasanya memakan waktu berbulan-bulan.

Kecelakaan itu terjadi beberapa jam setelah Iran meluncurkan serangan rudal terhadap pasukan pimpinan AS di Irak. Serangan itu sebagai balasan atas pembunuhan AS atas komandan Iran Qassem Soleimani.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

iran ukraina pesawat jatuh
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top