Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Trump: Iran Tak Akan Pernah Diizinkan Memiliki Senjata Nuklir

Presiden Donald Trump mundur dari jurang perang dengan Iran setelah serangan terhadap pangkalan-pangkalan AS di Irak dengan rentetan rudal yang tidak membahayakan pasokan AS di sana.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 09 Januari 2020  |  10:40 WIB
Presiden AS Donald Trump - Reuters/Leah Millis
Presiden AS Donald Trump - Reuters/Leah Millis

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Donald Trump mundur dari jurang perang dengan Iran setelah serangan terhadap pangkalan-pangkalan AS di Irak dengan rentetan rudal yang tidak membahayakan pasokan AS di sana.

Dilansir Bloomberg, dalam pidato yang disiarkan di televisi AS pada hari Rabu (8/1), Trump membela serangan AS terhadap jenderal Iran yang dan mengatakan ia akan menjatuhkan sanksi baru pada Teheran.

"Selama saya menjadi presiden Amerika Serikat, Iran tidak akan pernah diizinkan memiliki senjata nuklir," kata Trump saat memulai pidatonya, seperti dikutip Bloomberg.

Namun dia juga menawarkan opsi diplomatik kepada negara Republik Islam tersebut. Setiap perjanjian nuklir baru, katanya, dapat membuat “Iran berkembang dan makmur, dan mengambil keuntungan dari potensi yang sangat besar yang belum dimanfaatkan. Iran bisa menjadi negara yang hebat."

Iran menembakkan lebih dari belasan peluru kendali ke dua pangkalan AS di Irak sebagai balasan atas pembunuhan Qassem Soleimani. Tetapi analisis Pentagon terhadap serangan itu menunjukkan bahwa rudal itu ditujukan pada bagian-bagian pangkalan yang tidak ditempati pasukan.

Seorang pejabat AS mengatakan militer AS memiliki indikasi adanya serangan jauh sebelum terjadi, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk memindahkan sekitar 1.000 personel di pangkalan Al Asad ke tempat penampungan dan untuk mengambil tindakan lain.

Citra satelit dari pangkalan-pangkalan yang disediakan oleh Planet Labs menunjukkan kerusakan di hangar pesawat dan struktur lain di pangkalan udara Al Asad di Irak barat setelah serangan itu.

"Iran tampaknya akan mundur," kata Trump. "Ini merupakan hal yang baik untuk semua pihak yang terkait dan hal yang sangat baik bagi dunia."

Sikap Iran dan pernyataan Trump yang terukur dalam menanggapi serangan menunjukkan jalan menuju redanya ketegangan dengan Teheran, yang melonjak setelah pembunuhan Soleimani dalam serangan pesawat tak berawak AS di dekat bandara Baghdad pekan lalu.

Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mengatakan di Twitter Rabu pagi bahwa serangan rudal itu "menunjukkan" pembalasan Iran atas pembunuhan Soleimani. Bahkan jika Teheran menahan diri dari serangan langsung lebih lanjut, mereka mungkin masih mencari pembalasan melalui cara yang lebih rahasia, seperti serangan oleh milisi atau lewat dunia maya.

Seorang pejabat Iran mengatakan awal pekan ini bahwa pemerintahnya sedang mempertimbangkan 13 cara pembalasan yang disebut akan menimbulkan "mimpi buruk bersejarah" di AS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

as vs iran Donald Trump
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top