Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Asap Kebakaran Australia Mengangkasa Hingga Argentina

Asap dari kebakaran hutan mematikan yang menghancurkan Australia kini telah mengangkasa ke belahan bumi lainnya hingga Argentina dan sekitarnya.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 08 Januari 2020  |  13:38 WIB
Kebakaran di Australia. - Reuters.com
Kebakaran di Australia. - Reuters.com

Bisnis.com, JAKARTA – Asap dari kebakaran hutan mematikan yang menghancurkan Australia kini telah mengangkasa ke belahan bumi lainnya hingga Argentina dan sekitarnya.

Dilansir Bloomberg, ketika Sydney dan Canberra pada hari Rabu (8/1/2020) menghadapi kabut asap yang menyelimuti langit, satelit cuaca AS menangkap asap yang melintasi Amerika Selatan dan menyebar ke Buenos Aires sebelum melayang ke Samudra Atlantik, yang berjarak sekitar 11.793 kilometer dari Sydney, menurut Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS.

Lebih dari 25 juta hektar lahan telah terbakar, hampir seukuran wilayah Indiana dan lima kali lebih besar dari Wales, Inggris. Kebakaran itu begitu besar sehingga menghasilkan sistem cuaca mereka sendiri dan menyebabkan sambaran petir yang kemudian meyebabkan lebih banyak nyala api.

Dengan pengumuman pada hari Rabu bahwa kecelakaan mobil pekan lalu yang menewaskan seorang pemadam kebakaran berusia 43 tahun dari negara bagian Victoria karena api kebakaran, korban tewas sejak musim kebakaran mulai meningkat menjadi 25 orang,

Sydney Opera House dan jembatan pelabuhan hampir tidak terlihat pada hari Rabu karena tertutup asap yang berhembus dari kebakaran hutan yang telah menghancurkan sebagian besar Blue Mountains dan taman nasional lainnya di utara dan barat kota.

Kualitas udara di ibu kota nasional Canberra, yang terkadang menjadi yang terburuk di dunia dalam beberapa pekan terakhir, masuk kategori tidak sehat oleh AirVisual.

Ketika warga Australia bangun pada hari Rabu, ada hampir 120 nyala api membakar di negara bagian New South Wales. Negara bagian Australia Selatan menghadapi bahaya kebakaran "ekstrem" pada hari Rabu.

Pihak berwenang memperingatkan bahwa kondisi berbahaya akan kembali ke bagian tenggara Australia yang dilanda kebakaran pada hari Jumat, ketika suhu di Canberra diperkirakan mencapai 39 derajat Celcius.

Lebih dari 1.500 rumah telah hancur di New South Wales pada musim kebakaran. Jumlah ini terus meningkat setiap hari karena api terus membakar dan pihak berwenang masih menghitung besarnya kerusakan. University of Sydney memperkirakan bahwa 480 juta hewan telah terbunuh oleh kebakaran hutan di negara bagian itu sejak September.

Pemerintah Australia telah menjanjikan dana sekitar A$2 miliar dalam dua tahun untuk membantu upaya pemulihan, yang berfokus pada perbaikan infrastruktur dan perawatan kesehatan mental.

Perdana Menteri Scott Morrison telah menghadapi kritik atas tanggapannya yang terlambat dalam mengumpulkan sumber daya nasional untuk memerangi kebakaran. Dia memberi sinyal kepada pemerintah konservatifnya tidak akan memperkuat kebijakan untuk memerangi perubahan iklim, yang telah dipersalahkan karena memperburuk kekeringan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

australia kebakaran hutan
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top