Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Alasan Donald Trump Menarget 52 Situs Penting Iran

Trump: dia baru saja menyerang Kedutaan kami, dan bersiap melakukan serangan di lokasi lain. Iran tidak ada apa-apanya kecuali masalah selama beberapa tahun ini.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 05 Januari 2020  |  10:01 WIB
Presiden AS Donald Trump. - Reuters
Presiden AS Donald Trump. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Donald Trump mengancam Iran dengan menyatakan pasukan AS telah menarget 52 situs yang sangat penting bagi Iran dan budayanya, jika negara itu membalas kematian pemimpin Garda Revolusi Iran, Jenderal Qassem Soleimani.

Trump melalui Twitter menyatakan soal ancamannya itu dengan memberikan tekanan pada kalimat serangan terhadap 52 sasaran itu akan dilakukan secara sangat cepat dan sangat keras.

"Kami telah menarget 52 tempat di Iran (merepresentasikan 52 orang warga Amerika yang ditawan oleh Iran setelah kedutaan AS di Teheran diserang pada November 1979), beberapa di antaranya sangat penting bagi Iran dan budaya Iran dan jika Iran menyerang Amerika, atau aset Amerika, Iran sendiri akan diterjang dengan sangat cepat dan sangat keras," kata Trump dalam sejumlah cuitannya di Twitter, seperti dilansir dari CNN.

Menurut Trump, Iran terlalu berani menyasar aset-aset AS sebagai upaya balas dendam atas kematian Soleiman yang telah terlibat dalam sejumlah pembunuhan warga Amerika dan orang-orang lain sepanjang hidupnya, termasuk baru-baru ini membunuh ratusan pengunjuk rasa warga Iran.

"Dia baru saja menyerang Kedutaan kami, dan bersiap melakukan serangan di lokasi lain. Iran tidak ada apa-apanya kecuali masalah selama beberapa tahun ini," cuit Trump.

Trump kemudian menegaskan: "AS ingin tidak ada lagi ancaman!"

Menurut laporan Reuters, meski Trump menyebut angka 52 situs milik Iran yang akan diserang, namun Trump tidak menyebut satupun lokasi itu.

Pernyataan Trump menyasar situs budaya mendapat kecaman dari kubu partai Demokrat karena tidak biasa AS menyasar situs budaya dalam konflik militer. Jika dilakukan, AS akan melanggar hukum internasional dan akan dijerat sebagai pelaku kejahatan perang.

Jenderal Qassem Soleiman, 62 tahun, tewas dalam serangan udara pasukan AS di sekitar bandara di Baghdad, Irak pada Jumat pekan lalu. Saat itu Soleiman baru pulang dari kunjungannya ke Irak dan akan kembali ke Teheran.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

iran amerika serikat irak

Sumber : Tempo.co

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top