Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas Meninggal, Pelepasan Jenazah Digelar Masjid Gedhe

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Wakil Ketua Umum MUI Pusat, Yunahar Ilyas, menghembuskan nafas terakhir, Kamis (2/1/2020), pukul 23.47 WIB di RSUP Dr. Sarjito. Jenazah disemayamkan di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiah, Jalan Cik Di Tiro, Jogja, Jumat (3/1/2020) pagi.
Lugas Subarkah
Lugas Subarkah - Bisnis.com 03 Januari 2020  |  10:21 WIB
Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas Meninggal, Pelepasan Jenazah Digelar Masjid Gedhe
Kerabat dan kolega melayat Amarhum Yunahar Ilyas di PP Muhammadiah Jogja, Jumat (3/1/2019). - Harian Jogja/Lugas Subarkah

Bisnis.com, JOGJA- Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Wakil Ketua Umum MUI Pusat, Yunahar Ilyas, menghembuskan nafas terakhir, Kamis (2/1/2020), pukul 23.47 WIB di RSUP Dr. Sarjito. Jenazah disemayamkan di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiah, Jalan Cik Di Tiro, Jogja, Jumat (3/1/2020) pagi.

Jenazah akan dibawa ke Masjid Gedhe di Kauman Jogja pukul 10.00 WIB. Upacara pelepasan jenazah akan dilakukan selepas Salat Jumat. Selanjutnya, almarhum akan dimakamkan di Makam KH Ahmad Dahlan, di Jl. Karangkajen, Brontokusuman, Mergangsan, Kota Jogja.

Yunahar Ilyas mengalami gagal ginjal akibat diabetes militus. Sejak dua bulan rerakhir dirawat di RS PKU Jogja dan RSUP Sardjito. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengatakan semua pihak sudah berikhtiar maksimal bagi kesembuhan Yunahar.

"Tapi Allah menentukan jalan akhir hayat dengan memanggil ke haribaan-Nya," ujarnya, di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiah, Jalan Cik Di Tiro, Jogja, Jumat (3/1/2020) pagi.

Ia menceritakan pria kelahiran Bukit Tinggi 64 tahun yang lalu ini merupakan Ketua PP Muhammadiyah yang membidangi Tarjih dan Tabligh. Ia telah lama berkawan dan berinteraksi secara intens dengan Yunahar sejak tahun 1980-an. Menurutnya, banyak teladan yang baik yang dapat diambil dari Yunahar.

"Penguasaan ilmu agama yang mendalam khususnya di bidang tafsir, kepiawaian dalam bertabligh yang mudah dicerna umat, ramah dan mudah bersahabat, serta kehati-hatian dalam bersikap sehingga seksama dan bijaksana," ujarnya.

Haedar mengatakan umat islam kehilangan figur ulama yang santun dan menjunjung akhlak mulia. Menurutnya, Yunahar merupakan sosok yang dibutuhkan umat islam saat ini, yakni teguh dalam pendirian, tapi cair dalam bersosial, termasuk dalam bergaul dengan golongan yang berbeda.

Sebelum sakit, Yunahar rutin mengajar tafsir di gedung PP Muhammadiyah Jogja dan Jakarta serta dikenal ringan hati untuk memberi pengajian ke manapun. Almarhum juga meninggalkan sejumlah buku penting dan menulis tarikh di Suara Muhammadiyah secara rutin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
muhammadiyah

Sumber : Harianjogja.com

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top