Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan Pesawat Airbus Kalahkan Boeing untuk Pertama Kali Sejak 2011

Airbus berhasil mengalahkan Boeing sebagai  produsen pesawat terbanyak di dunia untuk pertama kalinya sejak 2011 dengan menjual 863 pesawat selama tahu 2019,
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 02 Januari 2020  |  07:26 WIB
Penjualan Pesawat Airbus Kalahkan Boeing untuk Pertama Kali Sejak 2011
Airbus A350-1000. - REUTERS / Pascal Rossignol

Bisnis.com, JAKARTA - Airbus berhasil mengalahkan Boeing sebagai  produsen pesawat terbanyak di dunia untuk pertama kalinya sejak 2011 dengan menjual 863 pesawat selama tahu 2019,  menurut sejumlah sumber.

Kekalahan Boeing diperkirakan sebagai dampak dari krisis Boeing 737 MAX menjelang tahun baru 2020. Catatan data menggarisbawahi jarak yang harus ditempuh Boeing untuk memulihkan posisi pasarnya cukup jauh.

Airbus, yang terpaksa memangkas target pengiriman selama 2019 sebesar 2-3% pada Oktober akibat masalah industri, mengerahkan sumber daya tambahan hingga beberapa jam sebelum tengah malam pergantian tahun untuk mencapai target penjualan 863 pesawat pada tahun 2019. Angka itu sekaligus merevisi target 860 pesawat yag terjual.

Penjualan pesawat Airbus naik 7,9% dari 800 pesawat pada 2018. Akan tetapi, Airbus menolak untuk mengomentari angka-angka tersebut  karena harus diaudit sebelum diselesaikan dan dipublikasikan sebagaimana dikutip Reuters, Kamis (2/1).

Sedangkan Boeing hanya menjual 345 jet jarak jauh terutama antara Januari dan November atau kurang dari setengah jumlah 704 yang dicapai pada periode yang sama tahun 2018 saat penjualan MAX normal. Untuk keseluruhan tahun 2018, Boeing menjual 806 pesawat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

airbus
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top