Garuda dari Ciseeng, Perluasan Akses Keuangan untuk Perempuan Desa

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sebanyak 86 juta perempuan Indonesia berada pada usia produktif. Jumlah ini hampir setengah dari angkatan kerja per Februari 2019 sebanyak 196,46 juta orang. Membuka akses keuangan pada kelompok perempuan dalam berusaha tidak hanya menghadirkan kesejahteraan namun juga mempertinggi lompatan produktivitas nasional.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 31 Desember 2019  |  13:34 WIB
Garuda dari Ciseeng, Perluasan Akses Keuangan untuk Perempuan Desa
Perempuan di Ciseeng, Bogor sedang merajut alas kaki, Selasa (31/12/2019) - Bisnis/Anggara Pernando

Bisnis.com, JAKARTA – Gerak tangan Ratna naik turun mengantar satu per satu kain perca melewati kawat baja dalam kotak berukuran 60x40 cm di depannya.  Kain aneka warna ini perlahan membentuk pola alas kaki.

Ia lalu dengan sigap menjahit ujung-ujung perca dengan benang agar tidak terurai kembali. Segera alas kaki yang baru selesai itu ditumpuk pada sudut rumah bersama dengan produksi lainnya yang telah selesai.

Setiap hari Ratna mampu menyelesaikan 15 keset perca di sela aktivitas sebagai ibu rumah tangga. Ia bersama ratusan perempuan di Desa Parigi Mekar, Kecamatan Ciseeng, Bogor memproduksi keset alas kaki untuk pasar-pasar Jakarta, Tangerang dan sekitar. Para pengepul dengan rutin menjemput langsung ke rumah-rumah warga dan menghargai Rp3.500-Rp5.000 keset yang dihasilkan berdasarkan ukuran. 

“Dahulu kendala kami menyangkut modal. Untuk bahan kain [perca] pengumpul mau menjual sekaligus [dalam jumlah banyak],” kata Ratna ketika dijumpai, Selasa (31/12/2019).

Kendala permodalan juga kerap menimpa Lisda. Ia dan suaminya merupakan pengepul ikan hias di Ciseeng. Usaha ini membuat para pengepul harus menyediakan stok cukup banyak untuk jenis ikan tertentu setiap musimnya.

“Kalau musim sekolah permintaan cupang banyak, sekarang lagi tren neon blue [karena sekolah libur],” katanya menyebutkan jenis ikan hias.

Untuk mendapatkan jenis ikan hias ini, maka Lisda harus menambah modal karena ikan Cupang yang biasa disediakan lebih sulit dijual. Ia juga harus menyediakan stok lebih banyak karena ke pasar hanya tiga kali dalam satu pekan. Hari lainnya digunakan untuk berkeliling ke kolam petani guna membeli persediaan ikan hias dengan harga terbaik.

Kendala akses permodalan bagi kelompok perempuan ini yang menjadi perhatian Andi Taufan Garuda Putra semenjak 2009. Sebagai konsultan bisnis untuk IBM Global Business Services, Garuda melihat peningkatan akses keuangan bagi perempuan akan meningkatkan kesejahteraan keluarga secara langsung. Peningkatan produktivitas perempuan juga akan meningkatkan kesejahteraan wilayah.

Prinsip sustainable development goals yang digagas oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui pilar pengentasan kemiskinan, partisipasi perempuan dalam pembangunan dan pengurangan ketimpangan pendapatan di pedesaan diyakini merupakan kunci yang harus diwujudkan semua elemen di Indonesia.

“Perempuan [di wilayah pedesaan] memiliki keterbatasan terhadap akses permodalan, dengan memberikan mereka kesempatan untuk mengembangkan usaha dan mendapatkan penghasilan lebih, keluarga mereka dapat lebih sejahtera,” kata Garuda yang merupakan salah satu penerima Satu Indonesia Award 2011.

Garuda yang saat ini merupakan staf khusus Presiden Joko Widodo itu menyebutkan akses keuangan untuk perempuan juga memiliki tingkat risiko relatif rendah. Semenjak beroperasi penuh pada 2010, tingkat kredit bermasalah Amartha berada dikisaran 0,8%-1%.  

Ratna dan Lisda merupakan beberapa contoh perempuan yang memperoleh peningkatan akses modal melalu Amartha dari tahun ke tahun karena kepatuhan kelompok dalam membayar. Kedua pengusaha perempuan ini telah bergabung dengan Amartha semenjak awal berdiri. Saat ini besaran pinjaman yang diterima masing-masing Rp13 juta dan Rp12 juta.

Dalam model bisnisnya, Amartha mewajibkan para perempuan yang mengembangkan usaha membentuk kelompok-kelompok majelis pertama yang dibentuk di Ciseeng. Setiap majelis beranggotakan rata-rata 20 orang. Masing-masing orang awalnya diberikan pembiayaan Rp500.000. Pembiayaan ini bersifat tanggung renteng. Jika satu orang mengalami kesulitan membayar, maka anggota majelis lainnya akan bertanggung jawab. Setiap pinjaman diselesaikan dalam satu tahun dengan angsuran mingguan

Garuda menyebutkan modal buka satu-satunya dukungan yang dibutuhkan mengentaskan kemiskinan pedesaan dan meningkatkan produktivitas perempuan mitra. Para perempuan yang tergabung dalam lembaga keuangan ini harus bersedia mengikuti pelatihan terjadwal dan berkumpul satu kali dalam seminggu bertemu dengan petugas lapangan guna membahas berbagai dukungan yang dibutuhkan dalam berusaha.

Pola ini membuat Amartha mampu menjangkau 350.000 perempuan pengusaha mikro di desa hingga awal Desember 2019. Kredit yang disalurkan saat ini telah mencapai lebih dari Rp1,6 triliun dengan tingkat kredit bermasalah (non performing loan/NPL) 0,8% hingga 1%. Jauh di bawah batas Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  sebesar 5%.

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam sejumlah kesempatan juga menekankan pentingnya akses keuangan bagi perempuan. Menurut Sri Mulyani yang juga 100 perempuan paling berpengaruh di dunia itu, akses keuangan kepada perempuan akan meningkatkan kesejahteraan penduduk secara keseluruhan. Meski begitu, ia juga menekankan pentingnya pendampingan bagi kredit ultramikro agar penerimanya tetap tumbuh berkelanjutan.

Apalagi berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sebanyak 86 juta perempuan Indonesia berada pada usia produktif. Jumlah ini hampir setengah dari angkatan kerja per Februari 2019 sebanyak 196,46 juta orang. Membuka akses keuangan pada kelompok perempuan dalam berusaha tidak hanya menghadirkan kesejahteraan namun juga mempertinggi lompatan produktivitas nasional.

Presiden Direktur Astra Prijono Sugiarto menyebutkan upaya pembedayaan lingkungan oleh berbagai elemen bangsa merupakan langkah yang harus didukung. Apalagi saat ini banyak terobosan yang dilakukan oleh generasi muda Indonesia membuat Negeri ini tumbuh lebih besar. Perubahan yang membuat Indonesia lebih sejahtera. 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top